Hasil audit merek di sekolah-sekolah di Sekotong, NTB: Sampah kemasan Marimas terbanyak di sekolah


11 Maret 2022 - Sekotong. Masih dalam rangka perayaan Hari Peduli Sampah Nasional, Nexus3 melakukan audit merek yang dilakukan di 2 sekolah di Kabupaten Lombok Barat yaitu SMP 2 Sekotong dan MTs Miftahul Ulum Pelangan. Audit merek adalah kegiatan yang diinisiasi oleh #BreakFreeFromPlastic untuk mengidentifikasi merek-merek sampah plastik sekali pakai dan mencatat hasil datanya yang kemudian digunakan untuk meminta perusahaan tersebut supaya bertanggung jawab. Kegiatan Audit merek ini dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut pada 26 Februari - 5 Maret 2022. Hasil keseluruhan audit merek sampah plastik di sekolah-sekolah tersebut menunjukkan bahwa 10 (sepuluh) besar perusahaan penghasil sampah plastik di sekolah-sekolah yaitu:

  1. PT. Marimas Putera kencana

  2. PT. Unilever Indonesia Tbk.

  3. PT. Wings Surya

  4. PT. Indofood Sukses Makmur

  5. PT. Bronson Prima Industri

  6. PT. Santos Jaya Abadi

  7. PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk

  8. PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia

  9. PT. Dua Kelinci

  10. PT. Mayora Indah Tbk.

Perusahaan-perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap sampah dari produk mereka yang jelas tercantum pada Undang-Undang Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 15 yang menyebutkan bahwa produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam. 10 perusahaan multinasional tersebut yang selama beberapa tahun terakhir selalu masuk kedalam daftar perusahaan pencemar sampah plastik tertinggi di Indonesia. Hasil brand audit Nexus3 menunjukkan sampah plastik dari perusahaan-perusahaan menghasilkan limbah kemasan plastik dari produk-produknya yang sulit terurai di lingkungan dan bernilai rendah untuk didaur ulang. Sampah kemasan plastik dari sekolah-sekolah ini kemudian dikirim kembali ke perusahaan untuk mengingatkan tanggung jawab perusahaan atas sampahnya.

Nexus3 menginisiasi program kampanye edukasi di sekolah-sekolah Provinsi NTB yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan sekolah, guru dan murid serta mengubahperilaku dalam mengurangi produk plastik sekali pakai. Hal ini dilakukan dengan cara melibatkan anak-anak sekolah untuk secara langsung mendapatkan pengalaman dan pengetahuan melakukan kegiatan audit merek. Sekolah mempunyai hak untuk menjadikan sekolahnya bebas sampah plastik dan bersih. Hal ini bisa dimulai misalnya dengan mengajak kantin sekolah untuk berpartisipasi dalam pengurangan plastik sekali pakai.

Saat ini di Sekotong belum memiliki memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sehingga pada akhirnya dibakar atau dibuang ke lingkungan. Plastik sekali pakai yang ditemukan ini adalah jenis plastik sulit untuk didaur ulang sehingga mencemari dan membahayakan lingkungan karena dapat terpecah dan melepaskan mikroplastik ke laut di sekitar Sekotong. Pencemaran sampah plastik di sekolah tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah dan pihak sekolah sendiri sehingga memerlukan peranan semua pihak untuk mengatasinya. Kegiatan brand audit adalah salah satu cara untuk meminta pihak produsen untuk bertanggung jawab terhadap produknya. – SELESAI – Kontak: Nindhita Proboretno, nindhita@nexus3foundation.org, +62 818 08322 339 Yayasan Nexus3 bekerja untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari dampak pembangunan terhadap kesehatan dan lingkungan, demi terciptanya masa depan yang adil, bebas racun dan berkelanjutan.

www.nexus3foundation.org

Dokumentasi: Photo by Nexus3 Foundation

Press release brand audit 2022 (1)
.pdf
Download PDF • 4.36MB

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags