SIARAN PERS: Transparansi pencemaran untuk Indonesia: “Tujuan kami adalah melihat langit biru lagi”

Untuk dirilis segera

Transparansi Pengendalian pencemaran untuk Indonesia: “Tujuan kami adalah melihat langit biru lagi”

15 April 2021, Jakarta/Praha – Organisasi non-pemerintah (LSM) Nexus3 Foundation dari Indonesia dan Arnika dari Republik Ceko telah meluncurkan proyek baru yang bertujuan untuk membantu mengendalikan dan memerangi pencemaran industri di Indonesia. Tujuan dari proyek tiga tahun, yang didanai oleh Uni Eropa (UE), adalah untuk membentuk jaringan LSM untuk pemantauan polusi di negara tersebut dan dengan demikian meningkatkan peran masyarakat sipil dalam mencegah polusi beracun dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Dalam dekade terakhir, polusi udara, air dan tanah terkait dengan konsekuensi kesehatan dan kematian dini, telah meningkat di banyak titik polusi di Indonesia. Pencemaran yang bersumber dari pertumbuhan ekonomi dan industri tidak selalu disertai dengan regulasi yang memadai yang dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan lingkungan. Para ahli dari proyek tersebut melihat kemungkinan solusi dalam Pollutant Release and Transfer Register (PRTR), yang telah digunakan di Eropa, sebagaialat untuk Indoensia untuk mengatasi polusi. “Pollutant Release and Transfer Register adalah basis data yang sangat spesial yang menunjukkan dengan cukup jelas polutan yang dikeluarkan oleh sumber-sumber pencemar, khususnya dari fasilitas-fasilitas industri. Hal ini secara substansial membantu mengurangi jumlah polutan yang dilepaskan di banyak negara. Kami percaya bahwa ini adalah perangkat yang sangat baik bagi Indonesia untuk mengatasi polusi, dan kami sangat senang bekerja sama dengan kolega-kolega kami di Indonesia dalam mempromosikan praktik dan perangkat yang baik ini,” jelas JindrichPetrlik, DirekturProgram Toxic and Waste Arnika.

Dampak kesehatan lingkungan pada masyarakat lokal dan skalanya tidak dilaporkan secara luas. Masyarakat sipil kekurangan perangkat untuk mengubah keadaan ini. Oleh karena itu, fokus penting dari proyek ini, selain untuk membangun jaringan pemantauan dan menuntut perubahan sistematis dalam pengendalian pencemaran, adalah untuk meningkatkan kemampuan warga negara Indonesia untuk mengumpulkan, mengakses, memahami, dan menggunakan data tentang pencemaran beracun dalam dialogkebijakan. “Proyek ini sangat tepat untuk situasisaat ini di Indonesia, terutama dalam kerangka pemantauan limbah B3 dan pencemaran senyawa-senyawa racun oleh masyarakat sipil dan komunitas yang terdampak,” kata Yuyun Ismawati, penasihat senior dari Nexus3 Foundation. “Dalam banyak kasus, laporan pemantauan dan pengamatan masyarakat sipil membantu mendorong pemerintah untuk segera merespon dan menangani pencemaran. “Produksi berkelanjutan harus menjadi batu penjuru pembangunan ekonomi di mana pun di dunia. Setiap orang, dari produsen hingga konsumen, perlu berkontribusi pada transisi hijau. Untuk itu, di Uni Eropa kami meluncurkan kebijakan Kesepakatan Hijau. Kebijakan ini akan membuat masyarakat Uni Eropa netral karbon dan berkelanjutan pada tahun 2050. Proyek ini akan mempertemukan masyarakat sipil Uni Eropa dan Indonesia serta pembuat kebijakan untuk berbagi praktik terbaik dan bertukar pengetahuan dari Eropa ke Indonesia,” kata Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Piket. Inisiatif baru masyarakat sipil Indonesia-Ceko ini juga disambut baik oleh pemerintah Indonesia. "Sebagai Badan Pembangunan Nasional saya sangat menyambut baik inisiatif ini. Hal ini akan berkesinambungan dengan apa yang kita lakukan melalui program pemerintah dan mega proyek. Harapan saya proyek ini akan membantu mengendalikan pencemaran sehingga brown issues akan semakin terangkat karena saya merasa akhir-akhir ini brown issues mulai tertinggal," kata Dr. Medrilzam, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Indonesia. "Kami di Bappenas sudah memasukkan agenda dalam RPJMN 2020-2024 terkait pencegahan kerusakan lingkungan hidup melalui kegiatan pencegahan seperti pemantauan, membentuk kelembagaan yang solid serta penegakan hukum yang kuat. Dukungan dari masyarakat sipil akan memperkuat pencapaian tujuan pembangunan nasional." Masyarakat sipil Indonesia, terutama pemantau pencemaran dan advokat lingkungan di Indonesia juga menyambut baik proyek Kerjasama ini. "Inisiatif pengembangan Transparansi Pengendalian Pencemaran denganpendekatan PRTR di Indonesia ini datang pada waktu yang tepat. Suka tidak suka, ke depan nanti, Indonesia harus menghadapi semakin meningkatnya ancaman pencemaran, termasuk bahan berbahaya beracun yang terutama berasal dari industri," kata Ahmad Ashov Birry, Program Director Trend Asia. "Pengungkapan informasi pencemaran dengan pendekatan PRTR dapat membantu menekan pencemaran B3 sekaligus mendorong industri terus berinovasi menuju produksi bersih. Tidak hanya itu, pengungkapan informasi pencemaran juga akan mendorong terciptanya partisipasi aktif masyarakat, dan terjalinnya komunikasi proaktif antar pemangku kepentingan, termasuk industri," tambah Ashov. “Sebagai masyarakat, kita harus mencari informasi tentang kondisi pencemaran dari berbagai sumber. Dengan adanya inisiatif masyarakat sipil ini, kami berharap bisa ada sinergis dengan pemerintah karena masyarakat berhak mengetahui aktivitas apa yang ada di sekitar mereka serta dampak dan resikonya,” ujar Nur Hidayati (Yaya) dari WALHI Nasional. “Berdasarkan pengalaman di Indonesia, Pemerintah saja tidak cukup untuk mengawasi aktivitas industri yang memberikan dampak lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Kami menyambut proyek ini dengan baik dan siap bekerjasama untuk memperbaiki situasi kualitas lingkungan hidup di Indonesia,” imbuh Yaya.


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Marketa Moller, +420731771010, marketa.moller@arnika.org

Yuyun Ismawati, +447583768707, yuyun@nexus3foundation.org


###


Arnika Association, Organisasi non-pemerintah Republik Ceko, berfokus pada konservasi alam, pengelolaan racun dan limbah,dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan tentang masalah lingkungan. Organisasi ini bekerjasama dengan sejumlah mitra di seluruh dunia untuk memberikan masa depan yang lebih baik dan lebih sehat bagi sebanyak mungkin orang, terlepas dari lokasi geografis.


Nexus3 Foundation(Yayasan Nexus untuk Kesehatan, Lingkungan, dan Pembangunan) bekerja dengan semua pemangku kepentingan untuk mempromosikan perlindungan bagi masyarakat, terutama populasi rentan, dari dampak pembangunan terhadap kesehatan dan lingkungan mereka, menuju masa depan yang adil, bebas racun, dan berkelanjutan.





The Press Release Documents can be downloaded here:

English:

150421a ENG_PR_project_introduction_ince
.
Download • 332KB

Bahasa Indonesia:

150421 PR_project_introduction_inception
.
Download • 278KB

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags