Hak Ekologis Anak: Suara Anak-anak Hari Ini Menentukan Masa Depan Mereka


Denpasar, 14 Juni 2021- Hak ekologis merupakan salah satu hak yang fundamental dan harus terpenuhi dari sejak bayi hingga berusia 17 tahun. Anak-anak tidak hanya secara fisik dan emosional lebih rentan terhadap berbagai polusi karena tahap perkembangan mereka yang unik, mereka juga termasuk yang paling tidak berdaya untuk menggunakan hak mereka yang paling mendasar untuk didengarkan dalam pengambilan keputusan tentang masalah lingkungan dan masa depan mereka.


“Anak-anak merasakan bagaimana kehancuran iklim dan ekosistem dunia merusak peluang masa depan mereka. Kita tidak dapat lagi mentolerir ini. Itulah mengapa kami ingin agar kampanye kami untuk memastikan hak anak atas lingkungan yang sehat ditempatkan dalam protokol tambahan pada Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak,” kata Birte Kotter, juru bicara dewan Terre des Hommes. ”Protokol ini akan mewajibkan semua negara penandatangan untuk lebih memfokuskan kebijakan lingkungan mereka pada kesejahteraan dan keterlibatan anak. Ini akan menjadi tonggak penting bagi peluang hidup generasi mendatang,” Ms Kotter.


Untuk mempopulerkan Hak Ekologis Anak di Indonesia, Nexus3 Foundation mengadakan acara lomba video edukatif dan serangkaian webinar. Lomba video edukatif yang dilaksanakan sejak tanggal 25 April 2021 ini diumumkan pada tanggal 14 Juni 2021. Lomba diikuti oleh 168 anak dari seluruh Indonesia dengan rentang usia 12-18 tahun dengan membuat video berdurasi 1-3 menit yang berisi tentang hak ekologis anak.


Rangkaian kegiatan ini melibatkan beberapa mitra Nexus3 Foundation sebagai juri lomba serta narasumber webinar, seperti Terre des Hommes, Greenpeace Indonesia dan Samuel Uneputty, seorang sinematografer. Para mitra menekankan pentingnya pemenuhan hak ekologis anak sejak dini demi kesehatan fisik dan mental anak-anak, mengedukasi masyarakat untuk memahami pentingnya hak ekologis anak yang harus diperoleh sejak bayi, serta mempersiapkan masa depan mereka untuk menjadi bonus demografi Indonesia yang sehat dan cerdas.


“Untuk memberikan hak anak atas lingkungan yang sehat perlu juga ada edukasi sejak dini mengenai bagaimana anak-anak juga bisa melakukan observasi dan penelitian kecil atas apa yg dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga sejak dini anak-anak bisa melindungi diri dari serta berkreasi serta berinovasi mencari solusi untuk masa depan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Bondan Andriyanu dari Greenpeace Indonesia.


“Anak-anak merasakan bagaimana kehancuran iklim dan ekosistem dunia merusak peluang masa depan mereka. Kita tidak dapat lagi mentolerir ini. Itulah mengapa kami ingin agar kampanye kami untuk memastikan hak anak atas lingkungan yang sehat ditempatkan dalam protokol tambahan pada Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak, kata Birte Kotter, juru bicara dewan Terre des Hommes.” ini akan mewajibkan semua negara penandatangan untuk lebih memfokuskan kebijakan lingkungan mereka pada kesejahteraan dan keterlibatan anak. Ini akan menjadi tonggak penting bagi peluang hidup generasi mendatang.” kata Terre Des Homme.


"Kegiatan Lomba video yang mengusung hak ekologis anak, akan membuka wawasan anak bahwa mereka juga berhak untuk hidup di lingkungan sehat dan bebas polusi. Kami bisa melihat bahwa anak-anak juga sudah menyadari akan adanya isu kerusakan lingkungan," ujar Amalia Firman, ketua Yayasan Fokus Nexus Tiga. "Anak-anak juga sudah lebih sadar teknologi yang membuat mereka lebih kreatif dalam mengumpulkan dan menyampaikan informasi mengenai hak-hak mereka untuk hidup dalam lingkungan yang sehat." ujar Amalia Firman, salah satu pembina Nexus 3 Foundation yang juga merupakan Direktur Program Manajemen dari Sustainable Fisheries Partnership.


“Saya terharu dan bangga melihat video-video yang sudah mengerti isunya dan dapat membuat video yang bagus. Anak-anak kami luar biasa,” ujar Suzy Hutomo, salah satu pembina dari Nexus 3 Foundation yang juga pemilik brand Sustainable Suzy.


Rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan seiring dengan hari jadi Nexus 3 Foundation (dahulu dikenal dengan BaliFokus Foundation) yang ke-21. BaliFokus Foundation didirikan pada tanggal 14 Juni 2000 oleh Yuyun Ismawati Drwiega salah satu co-founder-nya. Seiring dengan perkembangan program dan wilayah kerja, nama BaliFokus kemudian berubah menjadi Yayasan Fokus Nexus Tiga, dikenal sebagai Nexus for Health, Environment, and Development (disingkat Nexus3) Foundation pada tahun 2019. Nexus 3 Foundation bekerja untuk melindungi masyarakat, terutama populasi yang rentan, dari dampak pembangunan terhadap kesehatan dan lingkungan mereka, dan bekerja menuju masa depan yang adil, bebas racun, adil, dan berkelanjutan.


"Faktor dari lingkungan hidup anak sangat berpengaruh pada perkembangan, serta kesehatan fisik dan mental anak. Dasar ini juga yang membuat Nexus 3 Foundation bergerak untuk melindungi hak ekologis anak agar terhindar dari paparan senyawa kimia beracun serta polusi lain, termasuk sampah plastik," ujar Yuyun Ismawati, penasihat senior Nexus 3 Foundation. "Perlindungan hak ekologis anak harus diperjuangkan mengingat bonus demografi dalam setidaknya 10 tahun ke depan. Tumbuh kembang anak yang maksimal dari lingkungan yang bersih akan membantu Indonesia menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan produktif."


Kegiatan ini didukung oleh CHIME program dari Nexus3 Foundation. Webinar pertama dilaksanakan pada tanggal pada tanggal 8 Mei 2021 dengan tema “Dampak Polusi terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Indonesia”. Demikian didukung dengan beberapa narasumber yang inspiratif yaitu Aeshninna Azzahra, Ara Kusuma, dr. Nurhandini Eka Dewi Sp.A, dan Nur Fitriana, MA. Webinar kedua akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2021 yang mengusung tema Peran Anak Indonesia sebagai Pejuang Hak Ekologis.

---

Narahubung:

Belmiro Ali, Communication Officer (+62 878 71248008)

Yuyun Ismawati Drwiega, Senior Advisor Nexus3 Foundation (+44 7583 768707)


Nexus 3 Foundation (Yayasan Nexus untuk Kesehatan, Lingkungan, dan Pembangunan) bekerja dengan semua pemangku kepentingan untuk mempromosikan perlindungan bagi masyarakat, terutama populasi rentan, dari dampak pembangunan terhadap kesehatan dan lingkungan mereka, menuju masa depan yang adil, bebas racun, dan berkelanjutan.


Pengumuman Nama-Nama Peserta Lomba Video Edukatif “Dampak Polusi terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Indonesia


Kategori A (umur 12 - 15 tahun) Juara 1: Bydhari Fardhanisa Giriansyah (@bydfar)

Juara 2: Nabilah Cici Anurta (@nabilahcicianurta)

Juara 3: Elena Elizabeth Marchiana (@elena.marchiana)

Juara Favorit: Shane Aldrich Simbolon (@zhynebro06) dan Sierra Alessandra fh (@sierraalessandraa)


Kategori B (umur 16 - 18 tahun)

Juara 1: Fauzan Atthabrani (@lampu.hijauqu)

Juara 2:Hannabela Carbela (@fluffybear._.xzx)

Juara 3:Bulan Lestari Yasinta Simatupang (@sselen95)

Juara Favorit: Ajeng Rosalia Kesuma, Astrid Asmarani, Dea Puspa Antonia, dan Fadhlrahman Fitra Arsil (@arseelll) dan Agung Hadiprayitno (@agunghadi_506)


The Press Release Documents can be downloaded here:


SIARAN PERS NEXUS BIRTHDAY
.pdf
Download PDF • 79KB




Featured Posts
Recent Posts