Cat Bertimbal Masih Dijual di Sebagian Besar Negara Meskipun Ada Upaya Penghapusan Global

Untuk Dirilis Segera

27 Oktober 2020


Kontak:

Indonesia: Yuyun Ismawati, yuyun@nexus3foundation.org, +44 7583 768707

Global: Jeiel Guarino, jeielguarino@ipen.org

Cat Bertimbal Masih Dijual di Sebagian Besar Negara Meskipun Ada Upaya Penghapusan Global

LSM Berperan Aktif Mendorong Penghapusan Cat Bertimbal

Gothenburg, Swedia/Jakarta, Indonesia, 27 Oktober 2020 - Peraturan tentang timbal dal am cat yang dilaksanakan dan ditegakkan menghasilkan perbedaan tajam dalam upaya penghapusan ancaman keracunan timbal pada anak-anak. Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa masyarakat sipil memainkan peranan kunci sebagai katalisator peraturan.

Laporan dari International Pollutant Elimination Network (IPEN), menyajikan data cat bertimbal dari hampir 60 negara, menunjukkan bahwa pada 25 dari 27 negara, batas protektif digunakan dalam peraturan-peraturan hukum tentang cat bertimbal, didorong oleh inisiatif lembaga-lembaga non-pemerintah. Negara-negara yang belum memiliki peraturan yang mengatur cat timbal yang tersedia di pasaran, menciptakan risiko kesehatan bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Sebuah survei dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa cat bertimbal masih belum diatur di sebagian besar negara, meskipun ada target global untuk menghapus cat ini pada tahun 2020. Hingga 31 Mei 2020, hanya 39% negara yang mengkonfirmasi bahwa mereka memiliki peraturan dan kontrol yang mengikat secara hukum tentang cat bertimbal. Selain itu, banyak peraturan yang dihasilkan tidak cukup protektif karena mencakup pengecualian, batasan yang longgar, atau tidak ditegakkan.

Dalam 12 tahun terakhir, kemajuan yang dicapai hingga saat ini sebagian besar didorong oleh upaya-upaya dan desakan LSM, terutama melalui kampanye nasional. Selain itu, LSM juga menciptakan momentum bagi proses pengembangan perundang-undangan baru atau yang diperkuat di hampir 50 negara. Kesimpulan utama berdasarkan analisis IPEN terhadap lebih dari 3.500 cat berbasis pelarut sudah jelas: LSM bekerja sama dengan pemangku kepentingan negara yang terdiri dari pemerintah, industri, dan masyarakat sipil. Kerjasama para pihak sangat efektif dalam mendukung sustu negara untuk mengadopsi peraturan cat bertimbal dan pada akhirnya menghapuskan timbal dalam cat.

“Sangat menggembirakan melihat negara-negara mengadopsi undang-undang baru yang kuat untuk melarang cat bertimbal dan peran penting yang dimainkan oleh kelompok kepentingan publik dalam memfasilitasi kolaborasi yang bermanfaat dengan pemangku kepentingan lainnya. LSM membawa perspektif yang unik dan pengalaman ke meja kerja serta berperan dalam menggerakkan tujuan untuk menghilangkan cat bertimbal mencapai kemajuan di tingkat nasional, regional, dan global,” kata Manny Calonzo, Penasihat IPEN, dan pemenang Goldman Environmental Prize 2018 untuk kerjanay bersama aliansi di Filipina dengan LSM EcoWaste Coalition.

Minggu ini, selama Pekan Aksi Pencegahan Keracunan Timbal Internasional tahunan kedelapan, keberhasilan ini dirayakan dan desakan akan kebutuhan perlunya peraturan disorot melalui berbagai kegiatan aksi LSM di 36 negara.

Di Indonesia, Nexus3 Foundation masih mendorong regulasi yang lebih ketat melalui berbagai kegiatan, seperti meluncurkan petisi online, untuk menggalang suara masyarakat guna mendorong pemerintah mengembangkan regulasi yang kuat dan protektif terhadap cat bebas timbal. Kegiatan lainnya antara lain menyelenggarakan webinar yang terbuka untuk umum bersama para ahli dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, asosiasi produsen cat dan juga pengacara lingkungan dari ICEL (Pusat Hukum Lingkungan Indonesia).

“Penggunaan timbal dalam cat telah dilarang di banyak negara industri selama beberapa dekade, dan alternatif hemat biaya untuk bahan cat tanpa timbal banyak tersedia di pasar. Namun, 23 juta anak di seluruh Indonesia terus terpapar timbal dan berisiko mengalami gangguan kesehatan seumur hidup dan tidak dapat diperbaiki. Situasi ini sesungguhnya dapat dicegah. Cat bertimbal perlu dihilangkan di Indonesia,” kata Yuyun Ismawati, Penasihat Senior Nexus3 Foundation, Goldman Environmental Prize 2009 .

“Cat bertimbal adalah salah satu sumber pajanan timbal yang paling luas pada masa kanak-kanak dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen pada anak-anak yang sedang tumbuh-kembang. Cat bertimbal dapat menyebabkan berkurangnya kecerdasan (IQ) dan rentang perhatian, gangguan kemampuan belajar, dan peningkatan risiko perilaku bermasalah. Tidak ada tingkat paparan timbal yang diketahui tanpa efek berbahaya dan oleh karena itu kami perlu upaya bersama untuk melarang timbal dalam semua jenis cat,” kata Jeiel Guarino, Juru Kampanye Eliminasi Cat Timbal Global IPEN.

Untuk mempercepat upaya menghilangkan cat bertimbal secara global dalam lima tahun ke depan, laporan tersebut menyerukan:

  • Badan-badan internasional untuk terus memberikan panduan dan informasi kepada masing-masing pemerintah yang mencari bantuan dalam menetapkan kontrol regulasi untuk timbal dalam cat.

  • Pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk mulai mengembangkan peraturan cat bertimbal dengan berkonsultasi dengan pemangku kepentingan nasional.

  • Produsen cat, asosiasi perdagangan industri cat, dan vendor bahan cat segera mengambil tindakan sukarela untuk menghilangkan timbal dari semua cat.

  • Donor agar menyediakan sumber daya baru yang signifikan untuk penghapusan cat timbal global, dengan fokus pada tindakan strategis negara.

###

IPEN (International Pollutants Elimination Network), jaringan kesehatan lingkungan global dari lebih dari 600 organisasi di 124 negara, bekerja untuk menghilangkan dan mengurangi zat paling berbahaya untuk membentuk masa depan yang bebas racun.

Nexus3 Foundation (Nexus for Health, Environment and Development Foundation) atau Nexus3, bekerja untuk melindungi publik, terutama populasi yang rentan, dari dampak pembangunan hingga kesehatan dan lingkungan, bekerja menuju masa depan yang adil, bebas racun, dan berkelanjutan.

Nexus3, sebelumnya dikenal sebagai BaliFokus, melaksanakan proyek penghapusan cat timbal pertama di Indonesia pada 2012-2015 dengan dukungan dana dari SWITCH-Asia dan IPEN. Sejak 2012, Nexus3 juga berpartisipasi dalam Pekan Aksi Global untuk meningkatkan kesadaran publik tentang timbal dalam cat. Pada 2019-2021 Nexus3 dan ICEL bersama dengan IPEN melaksanakan proyek yang didanai oleh GEF dan UNEP untuk mempromosikan penyusunan peraturan tentang penghapusan cat bertimbal di Indonesia.



Dokumen Siaran Pers ini dapat diunduh disini:

English:

271020_ENG_IPEN PR-Indonesia-ILPPWA 2020
.
Download • 389KB

Bahasa Indonesia:

271020_BAH_IPEN PR-Indonesia-ILPPWA 2020
.
Download • 402KB


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA