Bermain dan Belajar bersama Proyek STEAM CHIME dan Proyek SMART di Sekotong

Kontak:

Yune Eribowo, yune@nexus3foundation.org, +62 812 904 7971

Panca Dewi, panca@nexus3foundation.org, +62 857-7878-9723




Selasa, 7 Desember 2021 - Relawan muda ASEAN diberdayakan untuk berinteraksi dengan masyarakat di Lombok Barat dan belajar membawa perubahan di komunitas. Kegiatan ini dilakukan oleh Nexus3 didukung oleh ASEAN Foundation, Maybank, dan Maybank Foundation.


Perwakilan ASEAN Foundation, Direktur Eksekutif Dr. Yang Mee Eng, akan melakukan kunjungan memantau Proyek STEAM dan SMART dari dekat di Sekotong dan melihat langsung kegiatan masyarakat dari tanggal 25 hingga 28 November 2021.

Kegiatan ini dikemas sebagai Program Pemberdayaan Pemuda Asia Tenggara, Empowering Youth Across ASEAN (EYAA), bertujuan untuk memberdayakan relawan muda ASEAN mengimplementasikan ide-ide mereka pada proyek yang berhubungan langsung dengan masyarakat agar membawa perubahan yang berarti dalam komunitas lokal di kawasan Asia Tenggara.


Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat dipilih sebagai lokasi kegiatan di Indonesia. Dalam mengimplementasikan proyek ini, Tim CHIME (Children Health Intervention in Mercury-polluted Environment) dari Nexus3 menjadi pelaksana proyek ini dibantu oleh 6 relawan muda dari Brunei Darussalam, Malaysia, Laos, Kamboja, Thailand, dan Myanmar. Keterbatasan di masa pandemi membatasi para relawan untuk datang langsung ke Indonesia, sehingga sebagian besar kegiatan dilakukan secara virtual.


Dua kegiatan yang dilaksanakan di Sekotong adalah Proyek STEAM CHIME dengan target penerima siswa sekolah dasar usia 7-12 tahun dan Proyek SMART dengan target penerima siswa sekolah menengah pertama.


“Anak-anak, remaja dan para pemuda-pemudi perlu tahu dan sadar akan hak mereka atas lingkungan yang sehat. Kesadaran ini perlu terus dibangun agar masa depan mereka terjamin dan digaungkan sejak dini,” kata Yuyun Ismawati, pendiri dan Senior Advisor Nexus3 Foundation. “Kerjasama multipihak, antar generasi dan lintas negara membantu pemerintah mempercepat dan memperluas lingkar belajar anak serta mendukung terbentuknya SDM Indonesia yang berkualitas.”


“Pendidikan merupakan hak semua anak, termasuk pendidikan dengan metoda STEAM. Semua anak berhak dan bisa belajar sambil bermain dengan cara-cara yang menyenangkan,” kata Yune Eribowo, Program Manajer CHIME. “Melalui project STEAM ini kami perkenalkan kesadaran pada anak-anak tentang hak ekologis dan hak untuk hidup di lingkungan yang sehat.”


Aida Aimanuddin, salah satu Youth Volunteers dari Brunei Darussalam, mewakili timnya mengatakan, “Meskipun sebagian besar proyek ini dijalankan secara virtual dan ada kendala bahasa, kami para relawan muda dari beberapa negara Asia Tenggara berterima kasih dapat terlibat dalam proyek ini.”


Aida menambahkan “Semoga apa yang kami lakukan bermanfaat bagi siswa dan guru di SMPN 2 Sekotong serta komunitas lokal di wilayah Sekotong. Kami berharap semoga suatu hari nanti kami dapat berkunjung langsung untuk melihat indahnya pantai di Sekotong dan bertemu langsung dengan masyarakat Sekotong.”


Proyek STEAM, singkatan dari Science, Technology, Engineering, Art and Math, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang Hak Ekologis Anak atau hak anak untuk hidup di lingkungan yang aman dan sehat. Hal ini dilakukan lewat kegiatan pembelajaran berbasis STEAM yang menyenangkan dan interaktif.


Tujuh Sekolah Dasar yang ada di wilayah Sekotong mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan STEAM CHIME kali ini. Rangkaian kegiatan STEAM CHIME terdiri dari 3 sesi, yaitu demo, diskusi kelompok, dan individual.


Proyek SMART (Students Memorable Academic enRichmenT) - dilaksanakan secara virtual oleh Youth Volunteers bertujuan meningkatkan kesadaran siswa SMP tentang Hak Ekologis Anak (ECR); meningkatkan kemampuan mendengar dan berbicara khususnya dalam bahasa Inggris; serta menambah wawasan guru untuk dapat memanfaatkan teknologi pendidikan dalam pengajaran bahasa Inggris untuk menciptakan efek ganda.


Untuk meningkatkan minat membaca siswa SMPN 2 Sekotong, proyek SMART juga menggalang donasi buku untuk menambah koleksi buku bacaan di perpustakaan SMPN 2 Sekotong.


Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Yang Mee Eng mengatakan, "Saya sangat berharap program yang diinisiasi oleh sukarelawan eMpowering Youths dan Yayasan Nexus 3 dapat meningkatkan peran guru menyiapkan anak muda di Sekotong dalam menghadapi era Industri 4.0. Saya juga sangat menantikan peran adik-adik generasi muda sebagai agen perubahan yang akan memimpin masa depan ASEAN."


Bahasa Indonesia:


Press Release AF Visit
.pdf
Download PDF • 433KB


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags