© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA

Please reload

Recent Posts

SIARAN PERS - Dioksin: Dari dua desa ke duabelas kota

November 28, 2019

1/1
Please reload

Featured Posts

SIARAN PERS: Perdagangan Pencemaran Global: "Pengembalian" Pengiriman Limbah Ilegal dari A.S., Dialihkan dari Indonesia ke Negara-negara Asia lainnya

October 28, 2019

28 Oktober 2019 - Jakarta, Indonesia. Di dunia aktifis pemantau lingkungan, dikenal istilah pollution shell game atau perdagangan pencemaran terselubung, dimana pemerintah Indonesia kedapatan mengijinkan re-exportasi pengiriman kontainer-kontainer dari Amerika Serikat ke negara-negara Asia lainnya dan tidak dikirim kembali ke AS seperti yang dijanjikan. Alih-alih dikirim ke negara pengekspor, kontainer-kontainer ini dialihkan ke India, Thailand, Korea Selatan, dan Vietnam.

 

"Setelah berjanji bahwa impor limbah plastik ilegal akan dikembalikan ke negara asalnya, para pejabat Indonesia sebaliknya terlibat dalam permainan perdagangan limbah global yang terselubung, mengorbankan lebih banyak negara berkembang dengan melakukan pengapalan kontainer yang tidak diinginkan, masuk secara ilegal, dan terkontaminasi," kata Yuyun Ismawati, aktifis Indonesia dari Nexus3. "Sementara itu pemerintah AS dan para pelaku asli pengiriman ilegal lepas dari jeratan hukum. Masyarakat telah dibohongi, lingkungan semakin dirugikan, dan para kriminal bebas melenggang. Ini sungguh keterlaluan."

 

Pengiriman limbah impor dari AS ini awalnya diimpor oleh perusahaan daur ulang kertas Indonesia PT Mega Surya Eratama, dan PT Surabaya Mekabox yang berlokasi di Jawa Timur. Masuknya kontainer-kontainer ini oleh pihak berwenang dipandang ilegal karena didapati mengandung sejumlah besar plastik dan limbah berbahaya dalam bal yang seharusnya berisi potongan kertas. 

 

Dalam siaran pers pemerintah Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 18 September 2019, pemerintah menyatakan pengiriman kembali kontainer limbah yang diimpor secara ilegal dan menyatakan bahwa kontainer "akan diekspor kembali ke negara asal mereka.”

 

Negara asal dan identifikasi 70 nomor kontainer yang disita pemerintah diperoleh oleh Nexus3 dari sumber tepercaya. Ada 58 kontainer yang berasal dari AS, dimana 25 kontainer dikirimkan oleh Cosco Shipping Line, 13 dikirim oleh Maersk Shipping Line, dan 20 lainnya oleh Hyundai Line.

 

Kelompok pengawas perdagangan limbah Basel Action Network (BAN) kemudian melacak jalur pengembalian kontainer ilegal. BAN menemukan bahwa dari 58 kontainer yang seharusnya dikembalikan ke AS, 38 kontainer dialihkan ke India, tiga ke Korea Selatan, dan satu kontainer masing-masing pergi ke Thailand, Vietnam, Meksiko, Belanda, dan Kanada. Hanya 12 dari 58 yang benar-benar dikembalikan ke AS sebagaimana yang dijanjikan oleh pemerintah.

 

"Sudah menjadi norma internasional bahwa ekspor limbah ilegal menjadi tanggung jawab negara pengekspor, dalam hal ini Amerika Serikat, dan negara pengekspor memiliki kewajiban untuk mengimpor kembali limbah," kata Jim Puckett, Direktur Eksekutif Basel Action Network (BAN). "Dengan cara ini para eksportir dapat dituntut atas ilegalitas apa pun dan masalahnya sebenarnya dapat diselesaikan tinimbang hanya diteruskan ke negara lain dan dikirim ke komunitas lain yang tidak mencurigai sama sekali."

 

"Di India, kami pikir kami telah melarang impor limbah plastik. Ternyata sekarang kami menemukan banyak yang masuk melalui pintu belakang," kata Dharmesh Shah dari GAIA di India. "Pengiriman dari Indonesia ini harus menjadi subjek penyelidikan internasional."

 

Masih belum diketahui apakah Pemerintah AS diberitahu tentang ilegalitas ekspor ke Indonesia, atau apakah pemerintah tempat limbah tersebut dialihkan telah diberitahu dan menyetujui impor komoditas tersebut ke negara mereka. Lebih jauh lagi, tidak diketahui apakah fasilitas penerima komoditas itu bahkan mampu mengelola limbah secara ramah lingkungan atau tidak. Jika pengalaman di Indonesia ini menjadi contoh, sebagian besar sampah plastik yang datang bersama kertas skrap akhirnya akan dibakar di pinggir jalan, menghasilkan bara dan asap yang sangat beracun.

 

"Potongan plastik yang tidak diinginkan yang diimpor oleh perusahaan kertas di Jawa Timur secara rutin berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan di permukiman masyarakat miskin," kata Prigi Arisandi dari Ecoton, Indonesia. "Hal yang sama kemungkinan akan terulang di negara-negara berkembang lain di mana kontainer-kontainer ini berakhir."

 

SELESAI

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Jim Puckett, jpuckett@ban.org, +1 (206) 652-5555

Yuyun Ismawati, yuyun@balifokus.asia, +44 75 8376 8707

 

 

Tentang Nexus3 Foundation

Nexus for Health, Environment and Development Foundation (sebelumnya dikenal sebagai BaliFokus Foundation) bekerja untuk melindungi masyarakat, terutama populasi yang rentan, dari dampak pembangunan terhadap kesehatan dan lingkungan, untuk menuju masa depan yang adil, bebas racun, dan berkelanjutan. Informasi lebih jauh, lihat:  www.balifokus.asia | www.nexus3foundation.org

 

Tentang Basel Action Network (BAN)

Didirikan pada tahun 1997, Basel Action Network adalah organisasi amal yang terdaftar 501 (c) 3 Amerika Serikat, yang berbasis di Seattle, WA. BAN adalah satu-satunya organisasi di dunia yang fokus pada keadilan lingkungan global dan inefisiensi ekonomi dari perdagangan beracun dan dampaknya yang menghancurkan. Hari ini, BAN berfungsi sebagai pusat informasi tentang masalah perdagangan limbah untuk wartawan, akademisi, dan masyarakat umum. Melalui investigasinya, BAN mengungkap tragedi pembuangan limbah elektronik berbahaya di negara-negara berkembang. Untuk informasi lebih lanjut, lihat www.BAN.org.

 

Tentang Global Alliance for Incineration Alternatives (GAIA)

Aliansi Global untuk Alternatif dari Insinerator (GAIA) adalah jaringan global lebih dari 800 kelompok akar rumput, LSM dan individu. GAIA membayangkan dunia yang adil dan tanpa limbah yang dibangun dengan menghormati batas-batas ekologis dan hak-hak masyarakat, di mana masyarakat bebas dari beban polusi beracun, dan sumber daya dilestarikan secara berkelanjutan, tidak dibakar atau dibuang. GAIA berupaya mengatalisasi perubahan global menuju keadilan ekologis dan lingkungan dengan memperkuat gerakan sosial akar rumput yang memajukan solusi untuk limbah dan polusi. Informasi lebih jauh, lihat: www.no-burn.org

 

Tentang ECOTON

ECOTON bekerja merealisasikan kelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi lingkungan bagi manusia, melalui ekosistem sungai yang adil dan partisipatif serta pengelolaan lahan basah. Informasi lebih jauh, lihat: www.ecoton.org

 

Siaran Pers Resmi Pemerintah Indonesia (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia)

Laporan dengan data dan foto tentang pengiriman kontainer AS ke Indonesia dan pengembaliannya.

 

Dokumen Siaran Pers ini (Bahasa Inggirs dan Bahasa Indonesia)

Laporan tentang Nasib dari Re-Ekspor dan Impor Limbah Ilegal dari Amerika Serikat ke Indonesia (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia)

 

 

 

 

Please reload