International Lead Poisoning Prevention Week of Action 2018: Lebih dari 48 juta anak-anak Indonesia


Untuk Dirilis Segera Kontak: Yuyun Ismawati, yuyun@balifokus.asia +44 7583 768707 (WhatsApp) Sonia Buftheim, sonia@balifokus.asia, +6287782378890 Lebih dari 48 juta anak-anak Indonesia tidak dilindungi dari paparan timbal dalam cat

Denpasar, 23 Oktober 2018 - Aktifis dan ilmuwan kesehatan lingkungan, para ahli kesehatan anak, pemerintah, dan asosiasi industri cat di seluruh dunia bersatu minggu ini, 21-27 Oktober 2018, untuk Pekan Aksi Internasional Pencegahan Keracunan Timbal. Aksi global tahun ini menyerukan perlindungan bagi 857 juta anak usia 0-9 tahun yang tinggal di negara-negara tanpa peraturan yang melindungi anak-anak dari paparan cat bertimbal.

Organisasi non-pemerintah di 30 negara, berkoordinasi dengan Aliansi Global untuk Penghapusan Timbal Dalam Cat (Global Alliance to Eliminate Lead Paint), mendesak pemerintah untuk mengadopsi undang-undang atau peraturan untuk melindungi kesehatan anak-anak.

Cat bertimbal merupakan sumber utama paparan timbal pada masa kanak-kanak, yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan tidak terbalikkan. Paparan timbal, dari semua sumber, juga bertanggung jawab atas persentase kematian orang dewasa yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya. Para ahli dan banyak produsen cat menekankan bahwa penghapusan cat bertimbal adalah tujuan yang memungkinkan untuk dicapai karena alternatif yang aman dan terjangkau sebagai pengganti timbal sudah tersedia di pasaran. Produsen cat di banyak negara telah mengembangkan formula cat bebas timbal dan dapat diperoleh juga di Indonesia.

Dalam rangka Pekan Internasional Pencegahan Keracunan Timbal 2018, 33 lembaga non-pemerintah anggota IPEN dari 30 negara meluncurkan kegiatan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Para aktifis menyoroti risiko anak-anak di negara mereka yang rentan dan tak terlindungi dari paparan cat bertimbal dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan segera.

Butuh pelarangan tegas, bukan kesukarelaan Di Indonesia, tahun 2014-2015, BaliFokus melakukan penelitian 121 kaleng enamel cat dekoratif dari 63 merek yang dibeli dari 5 kota di Indonesia. Sampel cat ini kemudian dianalisa kadar timbalnya di laboratorium yang terakreditasi di Eropa. Sekitar 25% dari merek cat (15 dari 63 merek) yang dianalisa mengandung timbal di bawah 90 ppm, angka aman yang dapat dicapai yang direkomendasikan oleh WHO dan UNEP.

Sejak BaliFokus meneliti timbal dalam cat dekoratif tahun 2012, pemerintah Indonesia telah menetapkan standar sukarela kandungan timbal 600 ppm untuk cat berbasis pelarut organik yang dituangkan dalam SNI 8011:2014. Sekitar 78% dari cat yang diteliti tahun 2014-2015 mengandung timbal lebih besar dari 600 ppm dan tidak memenuhi standar baru sukarela di Indonesia. Konsentrasi timbal paling tinggi dan berbahaya - angka tertinggi adalah 102.000 ppm - ditemui dalam warna-warna terang seperti kuning, jingga, merah dan hijau. Warna-warna ini banyak digunakan di Taman Kanak-kanak, fasilitas-fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tempat Penitipan Anak (TPA).

Melukis masa depan yang lebih cerah “Pemerintah harus hadir melindungi masa depan 48 juta anak Indonesia usia 0-9 tahun yang berisiko tinggi terpapar timbal dari cat dekoratif. Meski dianggap sebagai sumber paparan risiko rendah, tetapi jangka waktu paparan yang cukup lama pada usia dini akan berdampak permanen, terutama pada perkembangan otak anak,” kata Yuyun Ismawati, Penasehat senior BaliFokus/Nexus3.

“Pemantauan kepatuhan oleh lembaga pengawas yang ditunjuk merupakan kontrol keselamatan yang sangat penting. Program Lead Safe Paint® adalah program sertifikasi oleh pihak ketiga yang dapat membantu konsumen menentukan pilihan yang aman,” kata Manny Calonzo, penasehat kampanye penghapusan timbal dalam cat IPEN dan pemenang Goldman Environmental Prize 2018.

Per 30 September 2018, menurut WHO, hanya 36% negara-negara di dunia yang menyatakan bahwa mereka memiliki peraturan yang mengikat secara hukum untuk produksi, impor, penjualan dan penggunaan cat bertimbal. Dalam tinjauan WHO, Indonesia tidak memiliki data terkait peraturan yang relevan tentang cat bertimbal.

“Standar sukarela tidak bisa diandalkan untuk melindungi pertumbuhan dan kesehatan anak-anak kita dari paparan racun. Ada kebutuhan mendesak untuk melarang produksi, penjualan dan penggunaan cat bertimbal serta penegakan peraturan. Pemantauan kepatuhan yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menjamin kehidupan dan masa depan anak-anak bonus demografi Indonesia untuk tumbuh sehat dan aman,” tutup Yuyun. Dengan menghapuskan cat bertimbal, Indonesia dapat berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goal terutama untuk: • Target 3.9: pada tahun 2030 secara signifikan mengurangi angka kematian dan penyakit akibat pencemaran bahan berbahaya beracun, pencemaran air, udara, dan pencemaran tanah. • Target 12.4: pada tahun 2020, menerapkan pengelolaan kimiawi dan limbah yang berwawasan lingkungan di semua lini siklus hidup mereka, sesuai dengan kesepakatan kerangka international, dan secara signifikan mengurangi lepsan ke udara, air dan tanah untuk meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yang terpulihkan.

####

Yayasan Nexus Kesehatan, Lingkungan dan Pembangunan (disingkat Yayasan Nexus3), nama baru Yayasan BaliFokus, bekerja untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari masalah lingkungan, kesehatan, dan pembangunan untuk menciptakan masyarakat yang bebas dari racun, adil, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

IPEN adalah jaringan global yang terdiri lebih dari 500 organisasi yang berkepentingan pada isu kesehatan dan lingkungan di lebih dari 100 negara, bekerja untuk menghilangkan bahan kimia paling berbahaya di dunia untuk menciptakan masa depan bebas racun.

For immediate release Contact: Yuyun Ismawati, yuyun@balifokus.asia +44 7583 768707 (WA) Sonia Buftheim, sonia@balifokus.asia, +6287782378890 More than 48 million Indonesian children are not protected from exposure to lead in paint

Denpasar, October 23, 2018 - Environmental health activists and scientists, child health experts, government, and paint industry associations around the world united this week, October 21-27, 2018, for the International Lead Poisoning Prevention Week of Action. This year's global action calls for the protection of 857 million 0-9 year olds living in countries without regulations that protect children from exposure to lead in paint.

Non-governmental organisations in 30 countries, in coordination with the Global Alliance for the Elimination of Lead Paint, are urging the government to adopt laws or regulations to protect children's health. Lead in paint is a major source of lead exposure in childhood, which can cause permanent brain damage and irreversible. Exposure to lead, from all sources, is also responsible for a higher percentage of adult deaths than previously thought.

Experts and many paint manufacturers emphasise that eliminating leaded paint is a possible goal to achieve because safe and affordable alternatives to lead are available on the market. Paint manufacturers in many countries have developed lead-free paint formulas and can also be obtained in Indonesia. This year, in accordance to the International Lead Poisoning Prevention Week of Action, 33 non-governmental organisations of IPEN participating organisations from 30 countries launched activities around the world, including in Indonesia. Activists highlight the risk of children in their vulnerable and unprotected countries from exposure to lead in paint and urging the government to take immediate action.

Need a strict ban, not voluntary measure In Indonesia, in 2014-2015, BaliFokus conducted research on 121 cans of enamel decorative paint from 63 brands purchased from 5 cities in Indonesia. This paint sample is then analysed for lead levels in an accredited laboratory in Europe. About 25% of the paint brands (15 of the 63 brands) analysed contained lead below 90 ppm, a safe figure that could be reached that was recommended by WHO and UNEP. Since BaliFokus conducting research on lead in decorative paint in 2012, the Indonesian government has set a voluntary standard for 600 ppm of lead content for organic solvent-based paint as outlined in SNI 8011: 2014. About 78% of the paints studied in 2014-2015 contain lead greater than 600 ppm and do not meet the new voluntary standard in Indonesia. The highest and most dangerous lead concentration is 102,000 ppm - found in bright colours like yellow, orange, red and green. These colours are widely used in kindergartens, facilities for Early Childhood Education (PAUD) and Child Care Centres (TPA).

Painting a Brighter Future "The government must be present to protect the future of 48 million Indonesian children at 0-9 years of age who are at risk of being exposed to lead from decorative paint. Even though it is considered as a source of low risk exposure, a long period of exposure at an early age will have a permanent impact, especially on the child's brain development,” said Yuyun Ismawati, Senior Advisor of BaliFokus/Nexus3.

"Compliance monitoring by the designated supervisory institution is a very important safety control. The Lead Safe Paint® program is a third-party certification program that can help consumers make safe choices,” said Manny Calonzo, lead removal campaign adviser of IPEN, a Goldman Environmental Prize 2018 awardee. As of September 30, 2018, according to WHO, only 36% of countries in the world stated that they have legally binding regulations for the production, import, sale and use of leaded paint. In the WHO review, Indonesia does not have data related to relevant regulations regarding lead paint.

"Voluntary standard cannot be relied upon to protect the growth and health of our children from exposure to toxic substances. There is an urgent need to prohibit the production, sale and use of leaded paint and regulatory enforcement. Continuous compliance monitoring is the responsibility of the government to ensure the lives and future of children for Indonesia's demographic bonus to grow healthy and safe,” Yuyun concluded.

By eliminating lead paint, Indonesia will contribute to the achievement of the following Sustainable Development Goal especially: • Target 3.9: By 2030 substantially reduce the number of deaths and illnesses from hazardous chemicals and air, water, and soil pollution and contamination. • Target 12.4: By 2020, achieve the environmentally sound management of chemicals and all wastes throughout their life cycle, in accordance with agreed international frameworks, and significantly reduce their release to air, water and soil in order to minimise their adverse impacts on human health and the environment.

####

Nexus Foundation of Health, Environment and Development (abbreviated Nexus3 Foundation), the new name of the BaliFokus Foundation, works to safeguard public, especially vulnerable populations, from environment, health and development problems towards a toxic-free, just, and sustainable for future generations.

IPEN is a global network of more than 500 organisations interested in health and environmental issues in more than 100 countries, working to eliminate the most dangerous chemicals in the world to create a toxic-free future.

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA