© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA

Please reload

Recent Posts

PBB Memutuskan untuk Mengontrol Pembuangan Sampah Plastik Global

May 10, 2019

1/1
Please reload

Featured Posts

PAUD Saraswati Peduli Bahaya Timbal

October 21, 2013

Pada Sabtu, 12 Oktober 2013, Yayasan BaliFokus menyelenggarakan diskusi yang bertemakan “Hentikan Penggunaan Cat Bertimbal di PAUD untuk Melindungi Masa Depan Anak Indonesia”, bertempat di PAUD Saraswati II, Denpasar-Bali. Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Pekan Internasional Pencegahan Bahaya Timbal (International Lead Poisoning Prevention Week), pada 20-26 Oktober 2013. Diskusi diikuti oleh wali murid dan para pengajar PAUD Saraswati II Denpasar. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WITA dan dibuka oleh Kepala Yayasan PAUD Saraswati 2, Ibu Ni Wayan Darning  beserta Direktur BaliFokus, Bapak Tri Wahyudi Purnomo.

 

Diskusi yang dilaksanakan oleh BaliFokus merupakan bagian dari kampanye “Asian Lead Paint Elimination Project”, yang didukung oleh IPEN dan didanai oleh Uni Eropa. Kampanye ini dilaksanakan secara serentak di enam negara lainnya, yaitu Bangladesh, India, Nepal, Philipina, Thailand, dan Srilanka. IPEN merupakan jejaring internasional yang beranggotakan berbagai LSM dari penjuru dunia, anggota IPEN kini mencapai lebih dari 700 LSM. IPEN bertujuan mempromosikan kebijakan serta praktik bahan kimia yang aman untuk kesehatan manusia serta lingkungan.

 

 

Gambar 1 & 2: Suasana Diskusi di PAUD Saraswati (Foto oleh: Ni Putu Rai Pradnyawati) 

 

Diskusi yang dilaksanakan di PAUD Saraswati 2 membahas beberapa hal diantaranya: dampak paparan timbal ke manusia, khususnya anak-anak; dan cara pencegahan paparan timbal masuk ke tubuh manusia. Dampak paparan timbal jauh lebih berbahaya untuk anak-anak dibandingkan manusia dewasa. Hal ini disebabkan anak—anak sedang dalam masa pertumbuhan fisik dan organ tubuh. Paparan timbal dapat menganggu pertumbuhan organ tubuh anak, yang dapat berujung pada munculnya gangguan perilaku dan emosi pada anak-anak. Selain itu, timbal juga dapat mengganggu sistem saraf, rendahnya penyerapan vitamin D dalam tubuh, ketidakmampuan untuk memproduksi sel darah merah, kejang perut, kerusakan ginjal, anemia, serta koma bahkan berujung kematian pada dosis yang paling tinggi. Dan dalam dosis yang paling rendah sekalipun, timbal dapat mengurangi poin IQ pada anak, sehingga sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

 

Dengan berlangsungnya diskusi ini, orang tua murid diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda/sumber yang berpotensi menyebarkan paparan timbal. Sedangkan bagi pihak PAUD, diharapkan agar dapat melakukan upaya pencegahan dini dalam meminimalisir bahaya paparan timbal pada siswa-siswinya. Sepanjang bulan Oktober, BaliFokus akan menyelenggarakan kegiatan diskusi ini di beberapa PAUD lainnya yang berada di kota Denpasar.

 

 

 

Please reload