© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA

Please reload

Recent Posts

PBB Memutuskan untuk Mengontrol Pembuangan Sampah Plastik Global

May 10, 2019

1/1
Please reload

Featured Posts

Hentikan Perdagangan Bahan Beracun Yang Terkandung di Dalam Bahan Tambal Gigi Berbasis Merkuri, seruan LSM kepada Produsen Dentsply

September 25, 2013

SIARAN PERS

UNTUK DISIARKAN SEGERA  

 

Denpasar, 25 September 2013 – Konvensi internasional yang mengatur penggunaan dan peredaran merkuri akan ditandatangani bulan depan, Oktober 2013, di Kumamoto, Jepang (Minamata Convention on Mercury). Sejalan dengan hal tersebut, berkembang kekhawatiran bahwa bahan tambal gigi berbasis merkuri akan diarahkan peredarannya ke kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Tekanan disampaikan oleh 62 LSM, yang bergerak di sektor kesehatan, keadilan sosial, dan lingkungan dari 40 negara, meminta Bret Wise, Presiden Dentsply (produsen bahan tambal gigi berbasis merkuri berkantor pusat di Amerika Serikat) untuk menghentikan penjualan bahan tambal gigi berbasis merkuri ke negara-negara berkembang. Surat tersebut diorganisir oleh World Alliance for Mercury-Free Dentistry.

 

“Pemakaian tambal gigi berbasis merkuri perlahan-lahan meracuni tubuh kita, tanah, air dan udara. Hasil studi terakhir kami menunjukkan bahwa merkuri menetap di ruang klinik gigi dan fasilitas-fasilitas kesehatan dalam konsentrasi yang cukup tinggi di atas batas aman serta berdampak pada kesehatan perawat dan pekerja kesehatan,” ujar Yuyun Ismawati, Senior Advisor BaliFokus. “Kita tidak memiliki peraturan dan infrastruktur untuk menangani merkuri yang akan berakhir di rantai makanan. Oleh karena itu kami menolak penggunaan bahan tambal gigi yang masih berbasis merkuri dan mendesak pemerintah serta konsumen untuk menghentikan pemakaian amalgam gigi dan mempromosikan alternatifnya.”

 

“Negara-negara berkembang memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengatasi kerugian yang disebabkan oleh penggunaan bahan tambal gigi berbasis merkuri,” kata Dominique Bally dari Jeunes Volontaires pour l’Environnement , Pantai Gading. “Oleh karena itu, kami meminta Dentsply untuk menghentikan suplai tambal gigi berbasis merkuri kepada anak-anak di kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

 

Dr Shahriar Hossain, dari ESDO, Bangladesh, mengatakan bahwa, “Produsen bahan beracun dan produk yang tidak aman bagi manusia, tidak dapat mengalihkan target penjualan produk mereka, akibat pembatasan di negara-negara kaya, ke negara-negara berpenghasilan rendah. Hal ini termasuk juga produk tambal gigi berbasis merkuri.”

 

“Isu di level internasional adalah adanya perdagangan bahan beracun,” kata Michael Bender dari U.S. NGO Mercury Policy Project. “Dentsply perlu mengganti sumber daya produknya ke bahan dasar yang bebas merkuri.”

 

Dokter gigi yang merupakan seorang profesor di sekolah kedokteran gigi di Afrika Barat, Dr. Kouakou Florent, mengemukakan: “Alternatif sudah tersedia, terjangkau, dan efektif. Tidak ada alasan bagi perusahaan untuk memproduksi bahan tambal gigi merkuri lagi.”

 

Oleh karena itu, ujar María Cárcamo, dari RAPAL-Uruguay, “Kami menyambut Dentsply dengan tangan terbuka jika menjual produk alternatif yang bebas racun. Anak-anak di daerah saya membutuhkan tambalan gigi yang tidak beracun.”

 

Dentsply, berkantor pusat di York, Pennsylvania, memiliki angka penjualan sebesar 3 miliar US dolar dan selain Amerika Utara memiliki kantor di Afrika, Asia, Eropa, dan Oseania. Dentsply memproduksi peralatan dan perlengkapan gigi dari semua jenis, termasuk alternatif dari produk yang masih berbasis merkuri. Sekelompok warga lokal, South-Central ennsylvanians for Mercury-Free Dentistry, menginisiasi kampanye yang menyerukan kepada Dentsply untuk menghentikan produksi bahan tambal gigi amalgam, yang komposisinya terdiri dari sekitar 50% merkuri.

 

“Alih-alih menjadi perusahaan publik yang baik, Dentsply telah membangun tembok penghalang komunikasi dengan warga lokal, ” kata Charlie Brown dari Consumers for Dental Choice dan selaku presiden World Alliance for Mercury-Free Mercury.” Dentsply tampaknya bertekad melanjutkan perdagangan bahan beracun ke negara-negara berkembang, daripada mencoba untuk meningkatkan penjualan bahan-bahan yang tidak beracun.

 

World Alliance for Mercury-Free Dentistry dibentuk pada 2010 telah melaksanakan dengan sukses kampanye untuk menyertakan bahan tambal gigi berbasis merkuri sebagai bagian dari Minamata Convention on Mercury. World Alliance merupakan koalisi LSM dari enam benua, dengan sepuluh wakil presiden di tingkat regional. World Alliance saat ini memfokuskan pada pelaksanaan komitmen phase-down bahan tambal gigi berbasis merkuri secara global. World Alliance memiliki petisi online yang ditujukan untuk Dentsply. Sejauh ini petisi telah ditandatangani oleh lebih dari 8000 orang.

________________

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Yuyun Ismawati, yuyun@balifokus.asia, 
+447583768707

 

Press Release (Bahasa)

Please reload