© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA

Please reload

Recent Posts

PBB Memutuskan untuk Mengontrol Pembuangan Sampah Plastik Global

May 10, 2019

1/1
Please reload

Featured Posts

Yuk, Kita Buat Kompos dengan Takakura

November 23, 2010

Takakura adalah salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan. Metode ini tidak memerlukan lahan yang luas dan kapasitasnya cocok dengan volume sampah domestic yang dibuang oleh rumah tangga sehari-harinya. Dengan metode ini, sampah organic rumah tangga dapat dikelola dengan mudah, tidak menimbulkan bau, tidak menyita banyak waktu dalam pemrosesannya dan hasilnya lansung dimanfaatkan.

 

Keranjang kompos Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah organik. Selama kurang lebih setahun, Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang ’memakan’ sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan.

 

Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering. Jenis bakteri yang dikembang biakkan oleh Takakura inilah yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut “Takakura Home Method” yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama “Keranjang Takakura”.

 

Dasar-dasar Pengomposan:

  1. Pengomposan adalah proses dekomposisi/penguraian materi/sampah organic secara biologis (dengan memanfaatkan mikroorganisme) dalam menjadi suatu produk yang digunakan sebagai penyubur tanah yang aman dalam kondisi yang cukup oksigen (aerobic)

  2. Kompos adalah produk/hasil dari proses pengomposan. Singkatnya, pengomposan merupakan upaya pengolahan sampah yang sekaligus usaha untuk mendapatkan bahan-bahan yang dapat menyuburkan tanah (Pupuk kompos/Pupuk Organik).

  3. Pengkomposan merupakan proses biologis, sehingga kunci keberhasilan prosesnya sangat tergantung pada factor lingkungan pendukung kehidupan mikroba, yaitu:

    • Kelembaban

    • Oksigen (udara)

    • Temperatur

    • Nutrisi/bahan makanan

    • pH

Jenis-jenis Sampah untuk Kompos

  • Sampah Organik: sampah yang dapat membusuk seperti Sisa makanan, sayuran, buah-buahan dan dedaunan

 

Tahap Proses Pengomposan

 

Alat:

  1. Sekop atau cangkul

  2. Keranjang takakura

 

Bahan:

  1. Sampah Rumah Tangga

  2. Starter Kompos

  3. Bantalan sekam dua buah/bantalan dari serabut kelapa

  4. Air secukupnya

 

Proses Pembuatan: 

  1. Sampah organik dari rumah tangga dicacah terlebih dahulu sampai berukuran kecil (makin kecil cacahan makin bagus) bisa menggunakan mesin atau dicacah sendiri menggunakan peralatan dapur.

  2. Siapkan keranjang takakura yang telah diisi dengan bantalan sekam/bantalan dari serabut kelapa pada bagian bawah dan starter.

  3. Sampah yang telah dicacah dimasukkan ke dalam keranjang kemudian aduk dengan bahan starter dan air secukupnya

  4. Tutup dengan bantalan sekam/bantalan serabut kelapa di bagian atas

  5. Apabila ada sampah organik yang baru, prosesnya sama seperti sebelumnya.

  6. Apabila kompos terlalu basah maka cukup diangin-anginkan, apabila terlalu kering tambahkan air secukupnya

  7. Pemanenan kompos dapat dilakukan tergantung dengan banyaknya sampah organik yang dikomposkan

  8. Untuk proses pengomposan selanjutnya, Sisakan kompos tersebut sesuai dengan kebutuhan yang nanti dipergunakan untuk stater berikutnya

 

Ciri-ciri Kompos yang bagus:

  1. Berwarna gelap (Kehitam-hitaman) dan berbau seperti tanah

  2. Bentuk fisik kompos tidak seperti aslinya

  3. Biasanya volume kompos berkisar 25%-30% dari volumen sampah organik vahan kompos

  4. Suhu berkisar 30ºC-35ºC

 

Manfaat dari kompos ini yaitu menambah kesuburan tanah, memperbaiki kondisi tanah, pemakaiannya aman bagi manusia dan tidak mencemari lingkungan.

 

Please reload