© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA

Please reload

Recent Posts

PBB Memutuskan untuk Mengontrol Pembuangan Sampah Plastik Global

May 10, 2019

1/1
Please reload

Featured Posts

Mangrove Care, Solidaritas Masyarakat Melindungi Lingkungan (Sanur)

November 2, 2010

Hutan mangrove atau bakau merupakan komunitas vegetasi di pantai tropis yang memiliki banyak fungsi dan manfaat. Antara lain, menjadi habitat berbagai jenis satwa, pelindung terhadap bencana alam, penambah unsur hara, membantu proses penambatan racun secara aktif, penyerap karbon (CO2), sarana pendidikan dan penelitian (laboratorium alam),memelihara iklim mikro atau menjaga kelembaban dan curah hujan, dan manfaat lainnya yang sangat penting. Dalam satu dekade terakhir kondisi hutan mangrove di Indonesia sudah pada tingkat yang kritis yang mengalami kerusakan mencapai lebih dari 60 persen dari total areal hutan mangrove yaitu 8,6 juta hektar.

 

Kegiatan Mangrove Care dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Oktober 2010, di sekitar areal di Pura Dalem Pengembak, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan. Eco Sanur sebagai pihak penyelenggara mengajak berbagai kelompok dan komunitas untuk terlibat dalam kegiatan ini. Tak kurang dari sekitar 500 orang ikut berpartisipasi untuk kegiatan ini yang berasal dari berbagai kalangan. Antara lain, Komunitas Warga Jepang (Japan Club), Komunitas Bersepeda, BALIFOKUS, Yayasan GUS, masyarakat desa adat setempat, kalangan expatriat, pelajar berbagai sekolah di Denpasar, instasi pemerintah, dan pihak-pihak swasta.

 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembersihan areal sekitar Pura Pengembak Mertasari Sanur, dilanjutkan dengan pengambilan sampah plastik di hutan mangrove. Para peserta menyisir hutan bakauyang terbagi menjadi 30 zona untuk dibersihkan oleh masing-masing kelompok. Merekamengambil sampah-sampah plastik yang berserakan dan memasukkan ke dalam wadah kantong-kantong plastik yang sudah disediakan oleh panitia. Kemudian diangkut oleh truk-truk pengangkut sampah untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.

 

Banyak warga yang membuang sampah sembarangan seperti di sungai, dan berakhir di laut. Tidak banyak sampah yang bisa dibawa ke laut dan akhirnya sampah-sampah tersebut mengendap dan tertahan di hutan bakau. Banyaknya sampah plastik itu bisa mengancam kelestarian tanaman bakau yang sangat penting bagi ekosistem dan menjaga pantai dari abrasi.Koordinator kegiatan ‘Mangrove Care’, Antonio Risianto dari Eco Sanur menyatakan bahwa, “Rangkaian kegiatan ini bukanlah seperti Clean Beach Day semata, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari langkah atau pendekatan untuk penanggulangan sampah secara lebih sistematis”.

 

Kegiatan juga diisi dengan penandatangan petisi oleh para partisipan tentang permasalahan lingkungan yang ada di Bali, terutama penanganan untuk sampah plastik yang sampai saat ini belum ditemukan solusi kongkrit untuk mengatasinya. Petisi nantinya akan diberikan kepada Menteri Lingkungan Hidup yang akan datang berkunjung ke Bali dan diharapkan mampu memberikan dorongan bagi pemerintah untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan sampah, terutama melalui kebijakan-kebijakan yang responsif.

 

Please reload