© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA

Search
  • Admin

SIARAN PERS: Manny Calonzo, Goldman Environmental Prize 2018 Melukis Masa Depan yang Lebih Cerah unt


UNTUK DIRILIS SEGERA

Kontak:

- Laura Vyda , IPEN, LauraVyda@ipen.org, +1 510 387-1739

- Yuyun Ismawati, BaliFokus, Goldman Environmental Prize 2009, WA +447583768707, yuyun@balifokus.asia

- Krishna Zaki, Toxics Program Manager BaliFokus, +62-812 3000 2825, krishna@balifokus.asia

- Sonia Buftheim, Toxics Program Officer BaliFokus, +62-877 8237-8890, sonia@balifokus.asia

Manny Calonzo, Goldman Environmental Prize 2018

Melukis Masa Depan yang Lebih Cerah untuk Anak-Anak Kita dengan Cat Aman Timbal

Stockholm, Jakarta, 23 April 2018. Penghargaan ‘Nobel’ Lingkungan Goldman Environmental Prize tahun 2018 ini diberikan kepada 5 orang perempuan dan satu laki-laki, Manny Calonzo atas upaya koalisinya untuk menghapuskan cat bertimbal di Filipina. Upaya Manny membawa perhatian masyarakat dan pemerintah pada ancaman paparan timbal terhadap anak-anak di sebagian besar negara berkembang. Cat bertimbal, penyebab tunggal terbesar dari paparan timbal masa kecil secara global, dapat menyebabkan kerusakan neurologis yang tak terpulihkan. Kampanye dan advokasi Manny Calonzo untuk menjalin kemitraan dengan publik, LSM, menteri kesehatan dan pabrik cat adalah model yang sukses diterapkan di Filipina dan menginspirasi kampanye serupa untuk menghilangkan cat timbal di seluruh dunia.

“Bersama dengan sekutu dari publik, industri, dan pemerintah, kami membuktikan kami dapat membebaskan diri dari sumber polusi beracun yang merusak masa depan, demi kebaikan anak-anak di Filipina. Saya berharap hadiah ini akan membantu mengurangi paparan timbal terhadap anak-anak di seluruh planet dan melukis masa depan yang lebih sehat,” kata Manny Calonzo.

Sebagai seorang pekampanye senior untuk kesehatan lingkungan, Manny Calonzo, mantan Presiden dan Penasehat dari EcoWaste Coalition di Filipina dan pemimpin dalam Kampanye Global IPEN untuk Penghapusan Cat Bertimbal, berperan penting dalam mengamankan adopsi hukum nasional pertama yang melarang produksi, penggunaan, dan penjualan cat bertimbal di Filipina. Undang-undang baru ini, merupakan salah satu perlindungan dari paparan timbal di dunia, melindungi hampir 12 juta anak-anak di Filipina. Paparan timbal, bahkan dalam jumlah terkecil, dapat menyebabkan kerusakan seumur hidup, tidak dapat diobati, mengakibatkan kerusakan otak, merusak kemampuan anak untuk belajar, membaca, menulis, dan fokus di kelas dan berpartisipasi dalam masyarakat.

“Penghargaan Goldman Prize bagi Manny adalah alasan untuk merayakan kemenangan bagi semua orang yang peduli dengan kesehatan anak-anak,” kata Yuyun Ismawati, Goldman Environmental Prize 2009, pendiri dan Penasehat Senior BaliFokus. “Penghargaan ini menarik perhatian internasional yang lebih serius untuk menghilangkan ancaman yang sangat besar bagi anak-anak di dunia dan menyoroti model kampanye koalisi yang sukses. Di Indonesia, kalau pendekatan yang sama diterapkan, sekitar 32 juta anak Indonesia yang berisiko terpapar timbal di ruangan kelas, taman bermain dan di fasilitas-fasilitas anak-anak lainnya, akan dapat terlindungi.”

“Di Indonesia, masih banyak cat dekoratif dengan warna terang seperti merah, kuning, hijau, putih dan biru, yang mengandung timbal hampir 1300 kali lipat angka aman yang disarankan WHO dan UNEP, yakni 90 ppm,” kata Sonia Buftheim, Program Officer BaliFokus yang terlibat dalam penelitian cat bertimbal di Indonesia tahun 2012-2015. “Penelitian kami tahun 2013 menunjukkan bahwa 77% sampel yang kami periksa mengandung timbal di atas 90 ppm.”

SNI kadar timbal dalam cat dekoratif yang ada saat ini masih bersifat sukarela dan standar yang harus diikuti industri adalah 600 ppm, masih kurang cukup kuat untuk melindungi pertumbuhan otak anak-anak dari serpihan cat di fasilitas-fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD),” kata Krishna Zaki, Program Manager BaliFokus. ”Dari hasil penelitian kami bersama IPEN tahun 2015, beberapa perusahaan cat Indonesia sudah mampu mencapai standar aman kadar timbal 90 ppm. Pengadaan cat di fasilitas-fasilitas anak-anak sudah bisa dan wajib bebas timbal.”

“Kampanye Manny Calonzo untuk melarang cat bertimbal di Filipina dan pengembangannya menjadi Sistem Sertifikasi Pihak Ketiga cat bebas timbal menjadi model yang kuat untuk melibatkan beragam pemangku kepentingan untuk mempengaruhi perubahan kebijakan yang berarti,” kata Michael Sutton, Direktur Eksekutif Goldman Environmental Foundation, mengacu pada program sertifikasi cat pertama di dunia, Lead Safe Paint® yang diluncurkan oleh IPEN pada tahun 2015 dan dimanfaatkan oleh Calonzo untuk mensertifikasi 85% pasar cat di Filipina. “Karya Manny juga menjadi contoh yang bagus bagi para aktivis di negara berkembang lainnya yang berjuang untuk mengatasi masalah kontaminasi timbal. Berkat kerja Manny dalam kemitraan dengan koalisi luas di berbagai industri, jutaan anak-anak Filipina akan terhindar dari bahaya paparan timah.”

Kampanye Global untuk Menghilangkan Timbal Cat

"Kontaminasi timbal adalah paparan yang dapat dicegah untuk menjaga kesehatan anak-anak, perkembangan otak mereka dan masa depan mereka," kata Dr. Leonardo Trasande, seorang ahli kesehatan anak-anak internasional yang terkenal. Leo memperkirakan total beban biaya kumulatif dari paparan timbal pada masa kanak-kanak dalam pendapatan rendah dan menengah negara menjadi US$ 977 miliar dolar internasional per tahun. Adapun kerugian akibat paparan timbal di Indonesia, Leo memperkirakan sekitar US$ 37,9 milyar atau sekitar Rp. 526 trilyun per tahun (sekitar 3% dari GDP Indonesia).

Kampanye global IPEN untuk menghilangkan cat bertimbal dimulai pada tahun 2008 setelah Toxics Link, sebuah LSM di India, menemukan bahwa cat bertimbal masih dijual secara luas di India. Setelah itu, jaringan global IPEN melakukan penelitian cat di beberapa negara di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur. Yang mengejutkan, di setiap negara dimana dilakukan pengambilan sampel, sebagian besar cat enamel dekoratif berbasis solvent/pelarut yang diuji, memiliki kandungan timbal yang sangat tinggi.

Ravi Agarwal, pendiri Toxics Link dan anggota pendiri IPEN, menyatakan, “Penghargaan bergengsi untuk Manny ini mewakili kesadaran yang semakin besar akan perlunya tindakan untuk melindungi anak-anak di dunia hari ini untuk masa depan kita besok dari timbal dan ancaman kimia beracun lainnya."

Cat berbasis timbal yang mencemari debu rumah tangga di bangunan tua adalah penyebab utama kontaminasi timah di AS dan di seluruh dunia. Penelitian terbaru di The Lancet menyimpulkan bahwa 412.000 kematian kardiovaskular dalam setahun di AS disebabkan kontaminasi timbal pada orang dewasa, sepuluh kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Para ahli mengantisipasi dampak yang lebih tinggi di negara berkembang, di mana perlindungan kurang dan lingkungan tropis menyebabkan cat mengikis lebih cepat.

“Laporan terbaru IPEN tentang cat timbal di seluruh dunia, laporan terbesar tentang cat bertimbal, mengungkapkan bahwa dari 50 dari 54 negara, memiliki cat dekoratif di pasaran yang mengandung timbal. Sekitar 40% memiliki kadar timbal yang sangat tinggi dalam cat yang dianalisis,” kata Sara Brosché, PhD., Manajer Kampanye Global Penghapusan Cat Bertimbal IPEN. Peta interaktif yang mengilustrasikan timbal dalam cat di pasar di 45 negara dapat dilihat di sini.

###

Editor dan wartawan: untuk mengatur wawancara dengan Manny Calonzo atau untuk menghubungi pemimpin kampanye untuk menghilangkan cat timbal di negara-negara lain di seluruh dunia, silakan hubungi LauraVyda@IPEN.org

Untuk foto-foto Manny Calonzo, silakan kunjungi: https://www.goldmanprize.org/pressroom/2018-press-resources/

Untuk foto-foto cat bertimbal di Indonesia, hubungi Sonia Buftheim +62-877 8237-8890, sonia@balifokus.asia

###

BaliFokus adalah organisasi non-pemerintah yang bekerja untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, kualitas hidup dan mengadvokasi lingkungan yang bebas racun bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan secara berkelanjutan.

IPEN adalah jaringan kepentingan publik lebih dari 500 LSM di lebih dari 100 negara yang bekerja untuk masa depan yang bebas racun.

###

Penerima Goldman Environmental Prize dari Indonesia:

2014​ ​- Rudi Putra​, ​Islands and Island Nations​, ​Indonesia​, ​Wildlife & Endangered Species

2013​ ​- Aleta Baun​, ​Islands and Island Nations​, ​Indonesia​, ​Forests

2011​ ​- Prigi Arisand​​i​, ​Islands and Island Nations​, ​Indonesia​, ​Rivers & Dams

2009​ ​- Yuyun Ismawati​, ​Islands and Island Nations​, ​Indonesia​, ​Sustainable Development

2001​ - ​Y​​​​osepha Alomang​, ​Asia​, ​Indonesia, Oil & Mining

1997 - Loir Botor Dingit, Asia, Indonesia, Forests (alm)

#PressRelease #LeadinPaint #GoldmanEnvironmentalPrize

34 views