Search
  • Admin

Bahayakan kesehatan dan kecerdasan anak usia emas: Stop penggunaan cat bertimbal dan asbestos di se


Denpasar, Indonesia, 17 April 2017 – Penggunaan cat mengandung timbal dan atap asbestos di fasilitas pendidikan anak usia dini masih banyak ditemui di Bali dan kota-kota lain di Indonesia. Paparan timbal dan asbestos pada usia emas, meningkatkan resiko kesehatan jagka panjang bagi anak-anak, terutama perkembangan otak dan pernafasannya.

Sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran para pemangku kepentingan terkait kesehatan anak usia dini di sekolah, terutama di PAUD dan TK, BaliFokus berkolaborasi dengan terre des homes menyelenggarakan pertemuan untuk mendiskusikan rekomendasi dan penanganannya.

Paparan logam berat dan kimiawi berbahaya, seperti timbal, merkuri dan asbestos, pada usia emas berpengaruh pada perkembangan otak dan kesehatan anak-anak. Prof. Grandjean (2013) menyatakan bahwa pertumbuhan otak hanya hanya terjadi satu kali. Paparan kimiawi pada masa kanak-kanak berpengaruh pada jangka panjang dan kehidupan anak saat dewasa.

“Hasil penelitian kami tahun 2013-2015, menunjukkan lebih dari 77% cat dekoratif di Indonesia mengandung timbal di atas 90 ppm,” kata Sonia Buftheim, peneliti dari BaliFokus. “Warna-warna terang seperti kuning, oranye, hijau, merah, putih, yang banyak digunakan di PAUD, TK dan fasilitas-fasilitas bermain dan unit kesehatan anak, mengandung timbal dalam konsentrasi mencapai 116,000 ppm atau hampir 1300 kali lipat angka aman.”

Committee on Carcinogenicity di Inggris, dalam laporannya (2013) menyimpulkan bahwa anak berusia 5 tahun yang terpapar asbestos terus menerus memiliki risiko menderita mesothelioma 5 kali lebih besar dibandingkan orang dewasa berusia 30 tahun.

“Di Bali dan kota-kota lainnya, kami amati banyak sekolah PAUD, TK dan fasilitas untuk anak-anak, menggunakan asbestos sebagai bahan atap, dinding atau pelindung,” kata Anita Arif, pemerhati arsitektur dan lingkungan terbangun dari BaliFokus. “Studi-studi menunjukkan bahwa penggunaan asbestos sebagai bahan bangunan yang murah dan praktis berdampak kesehatan berbiaya tinggi pada 20-30 tahun ke depan.”

“Anak-anak punya naluri alamiah untuk mengeksplorasi lingkungan. Paparan timbal dan asbestos dalam debu dan udara dapat terhirup dan tertelan anak saat anak memasukkan jari ke dalam mulut,” imbuh Krishna Zaki, Program Manager BaliFokus.

Untuk mencegah risiko jangka panjang, BaliFokus berkolaborasi dengan terre des homes Germany, dan IPEN (International POPs Elimination Network) serta Ina-BAN (Indonesia Ban Asbestos Network) menghimbau para pemangku kepentingan untuk menghentikan penggunaan cat bertimbal tinggi dan bahan asbestos di fasilitas-fasilitas pendidikan untuk anak-anak.

Draft rekomendasi panduan bagi para pemangku kepentingan disiapkan dan didiskusikan untuk mendapat masukan dan perbaikan. Diharapkan pada tahun ajaran baru 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta para pengelola PAUD dan sekolah tidak mengadakan dan tidak menggunakan material yang mengandung bahan berbahaya beracun di sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan demi melindungi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

--- SELESAI ---

Yayasan BaliFokus merupakan lembaga non-profit yang memiliki visi untuk meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan masyarakat, dan melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk melestarikan lingkungan bersama-sama semua pemangku kepentingan secara berkelanjutan.

Terre des Hommes adalah lembaga terkemuka yang berpusat dan berawal di Swiss, untuk membantu anak, meningkatkan kehidupan jutaan anak-anak yang paling rentan di dunia. Sebuah organisasi internasional yang mengembangkan dan mengimplementasikan proyek yang dirancang untuk meningkatkan kondisi kehidupan anak-anak yang kurang beruntung.

Nama “Terre des Hommes” terinspirasi kepada pendirinya, Edmund Kaiser, dengan buku otobiografi Antoine de Saint-Exupery. Dalam “Terre des Hommes”, penulis membuat beberapa referensi untuk beberapa konsep kunci: tanggung jawab semua orang dalam membangun dunia yang lebih baik; kebutuhan untuk saling bekerja sama; dan potensi, yang melekat pada setiap anak, untuk mengembangkan bakat besar jika dilindungi, dirawat dan dicintai.

Untuk informasi lebih lanjut:

Anita Arif, anita@balifokus.asia, +6285857751972

Sonia Buftheim, sonia@balifokus.asia, +62 877-8237-8890

Krishna Zaki, krishna@balifokus.asia, +6281230002825


63 views

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA