Search
  • Anita Arif

Merkuri dalam Dua Serial Realitas Metro TV


Metro TV mengangkat, memproduksi dan menayangkan pada bulan Januari 2017 serial Realitas berjudul "Racun Merkuri Made in Sukabumi". Dan, Metro TV kembali mengangkat, memproduksi dan menayangkan pada bulan Maret 2017 ini serial Realita tentang merkuri dengan judul "Uap Bisnis Merkuri Rumahan".

Adapun beberapa informasi dan pesan dalam serial Realitas di bulan Januari tersebut dicatat sebagai berikut:

Reporter/Presenter:

Pertambangan emas kelas rakyat menjamur di banyak provinsi di negeri ini. Mereka mencari emas di perut bumi, sungai-sungai, lahan persawahan, hingga lahan di dekat perkampungan. Kerusakan lingkungan semakin parah, karena mereka juga menggunakan merkuri untuk memisahkan emas dari zat lainnya. Pencemaran oleh merkuri pun tidak terelakkan lagi. Tanpa disadari, logam merkuri yang sangat beracun ini mengancam kehidupan manusia, membunuh secara pelan-pelan. Ketika impor merkuri semakin sulit, di beberapa wilayah di negeri ini justru bermunculan aktifitas produksi merkuri secara illegal, yang prosesnya dilakukan di tengah permukiman penduduk.

Video ini tentang proses pembuatan merkuri di suatu desa di Kecamatan Parakansalak, Kab. Sukabumi. Aktifitas ini mulai ramai digeluti sejumlah masyarakat di daerah ini sejak tiga tahun terakhir. Perputaran uang dari bisnis pembuatan merkuri (yang lebih dikenal dengan sebutan bisnis quick) di daerah ini disebut cukup menggiurkan, mencapai ratusan juta rupiah dari setiap proses pembakaran. Bisnis pembuatan merkuri pun menjadi andalan mata pencarian sebagian masyarakat di wilayah ini. Yang jadi pertanyaan adalah, dari mana masyarakat mendapatkan batu cinnabar yang merupakan bahan baku pembuatan merkuri ini?

BaliFokus, suatu LSM yang menaruh perhatian pada isu-isu kesehatan lingkungan mencatat begitu maraknya penggunaan batu cinnabar di sejumlah daerah di negeri ini.

Yuyun Ismawati (BaliFokus):

Walaupun impor merkuri ke Indonesia nol, tapi pasokan dari lokal adalah dari para penambang kecil juga, yang mereka itu mengais-ngais di lokasi yang sama dengan tambang emas. Kebanyakan dari Maluku, Sulawesi tenggara dan Kalimantan tengah. Dan, diproses di Sukabumi dan di Bekasi.

Reporter/Presenter:

Indonesia sudah mencanangkan untuk bebas dari merkuri pada 2018, sebagai tindak lanjut Konvensi Minamata yang telah ditandatangani bersama 121 negara lain di Jepang pada 2013. Namun, fakta di lapangan, penggunaan merkuri khususnya di pertambangan emas skala kecil, diperkirakan mencapai ratusan ton per tahun. Para penambang tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan merkuri, karena pasokan selalu tersedia. Diperlukan komitmen seluruh pihak.

Yuyun Ismawati (BaliFokus):

Peraturannya ada, Permendag, tapi sanksinya yang tidak begitu jelas. Jadi, kami menyerahkan data kepada kementerian LHK dan kementerian perdagangan, ada daftar yang bisa di-google sendiri, tolong ditindaklanjuti karena ini sudah mencelakakan orang banyak. Tapi tidak ada tindak lanjutnya.

Tuti Hendrawati Mintarsih (Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, KLHK):

Kita berupaya memutus mata rantai perdagangan merkuri illegal. Pada saat kita meratifikasi, kita lampirkan data-data itu, Bahwa ini memang sudah urgen untuk diratifikasi, dan tindakan aksi nasional itu harus segera ditegakkan.

Reporter/Presenter:

Sudah banyak penelitian yang menyimpulkan betapa bahayanya merkuri bagi tubuh manusia, juga sudah banyak data yang membeberkan betapa masifnya penggunaan merkuri di penambangan emas di Indonesia. Namun, kilai emas rupanya lebih menyilaukan daripada bahaya yang mengancam nyawa akibat penggunaan merkuri yang tidak terkendali ini.

Lebih lengkapnya, video dapat ditonton maupun diunduh dari tautan ini:

http://m.metrotvnews.com/video/metro-realitas/8koX3pWK-racun-merkuri-made-in-sukabumi-1

http://m.metrotvnews.com/video/metro-realitas/GNlGzpVK-racun-merkuri-made-in-sukabumi-2

http://m.metrotvnews.com/video/metro-realitas/0Kvmvpwk-racun-merkuri-made-in-sukabumi-3

Dari serial Realitas di maret ini dengan judul "Uap Bisnis Merkuri Rumahan", pesan yang dicatat antara lain sebagai berikut:

Ada sekitar 850 lokasi penambangan emas kelas rakyat di seluruh Indonesia. Diperkirakan sekitar 250 ribu orang menggantungkan hidup dari menambang emas ini. Mereka menggunakan racun merkuri untuk memisahkan emas dengan material lainnya. Racun berupa logam cair ini sudah mencemari lingkungan di sekitar lokasi tambang, bahkan meracuni para penambang tanpa mereka sadari. Ketika impor merkuri semakin dibatasi, malah tumbuh pabrik merkuri kelas rumahan.

Jokowi (Presiden RI):

Ada sekitar 850 hotspot pertambangan rakyat yang telah menimbulkan pencemaran yang sangat sangat berbahaya. Bukan saja berbahaya bagi kesehatan 250 ribu orang penambang, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan keluarga terutama anak-anak, serta kesehatan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi tambang. Peggunaan merkuri pada tambang rakyat harus segera dihentikan, harus dilarang.

Lebih lengkapnya, video dapat ditonton maupun diunduh dari tautan ini:

http://m.metrotvnews.com/video/metro-realitas/4barRX2k-uap-bisnis-merkuri-rumahan-1

http://m.metrotvnews.com/video/metro-realitas/PNggzOLN-uap-bisnis-merkuri-rumahan-2

http://m.metrotvnews.com/video/metro-realitas/0k87A80b-uap-bisnis-merkuri-rumahan-3

~ Demikian ~


0 views

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA