Search
  • Krishna Zaki

SIARAN PERS: US$ 37,8 milyar per Tahun: Biaya Paparan Timbal di Indonesia


Untuk Dirilis Segera: 23 Mei 2016

US$ 37,8 milyar per Tahun: Biaya Paparan Timbal di Indonesia

Biaya Paparan Timbal Dunia per Tahun 7 Kali Lipat Jumlah Bantuan Dana Pembangunan yang Diterima Negara-negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah

Denpasar - Sebuah peta interaktif baru menunjukkan bahwa biaya paparan timbal di Indonesia mencapai sekitar US$ 37,8 milyar per tahun. Angka ini jauh melebihi jumlah bantuan pembangunan yang diterima Indonesia per tahun (US$ 150 juta atau sekitar 2 trilyun Rupiah -- Kementerian Keuangan, Republik Indonesia, APBN 2016). Economic Costs of Childhood Lead Exposure in Low-and Middle-Income Countries dikembangkan oleh New York University School of Medicine, Department of Pediatrics (NYU) dan merilis laporannya hari ini pada pertemuan besar United Nations Environment Assembly (UNEA) yang saat ini berlangsung di Nairobi, Kenya. Peta interaktif dapat diakses pada tautan berikut: http://nyulmc.org/pediatricleadexposure

Perkembangan otak anak-anak secara permanen dirugikan oleh paparan timbal. Salah satu dampak utama adalah berkurangnya poin IQ, yang berkorelasi dengan penurunan potensi produktif seumur hidup. Dari sudut pandang sebagai satu negara, penurunan IQ pada populasi secara umum berarti meningkatkan biaya-biaya sosial yang lebih besar dan mengurangi modal intelektual, serta faktor-faktor lain yang berdampak negatif pada ekonomi Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dalam peta NYU," kata Yuyun Ismawati, BaliFokus.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, "Tidak ada konsentrasi timbal dalam darah yang dipandang aman." Ketika seorang anak terpapar timbal, sistem sarafnya terganggu dan berpotensi membuat anak mengalami kesulitan di sekolah dan terlibat dalam perilaku impulsif dan tindak kekerasan. Paparan timbal pada anak-anak juga terkait dengan meningkatnya hiperaktifitas, ketidak-pedulian, gagal lulus dari pendidikan menengah, gangguan perilaku, kenakalan remaja, penggunaan narkoba, dan penahanan.

Menurut para peneliti NYU, "Salah satu hal yang paling penting yang dapat kita lakukan untuk mengurangi paparan anak-anak dari timbal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah memastikan timbal tidak lagi digunakan dalam cat rumah tangga dan cat lain yang membuat anak-anak beresiko terpapar (seperti misalnya pada cat mainan anak-anak)".

BaliFokus adalah mitra organisasi dari IPEN dalam Kampanye Global Penghapusan Timbal dalam Cat (http://ipen.org/projects/eliminating-lead-paint).

Pada tahun 2013 dan 2015 BaliFokus merilis Laporan Nasional Timbal dalam Cat Enamel Rumah Tangga Baru di Indonesia, menganalisa kandungan timbal dalam cat yang dijual di pasar nasional. Penelitian tersebut menemukan 77% sampai dengan 83% dari enamel sampel cat dekoratif yang diuji mengandung timbal di atas 90 ppm. 90 ppm adalah maksimum kandungan timbal dalam cat yang diperbolehkan di banyak negara maju. Pada akhir 2014, Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengeluarkan sebuah standar baru nasional yang bersifat sukarela, SNI 8011: 2014, yang membatasi kandungan timbal dalam cat enamel-dekoratif yang diproduksi di Indonesia sebesar 600 ppm atau lebih rendah. Dari 121 conto cat dalam studi BaliFokus tahun 2013 dan 2015, sekitar 61% dan 78% dari cat yang dianalisa mengandung timbal di atas 600 ppm.

"Penelitian dan peta yang dirilis hari ini jelas menunjukkan bahwa paparan timbal mengikis banyak keuntungan dari bantuan pembangunan luar negeri dan pembangunan berkelanjutan akan sangat terganggu selama paparan timbal masa kanak-kanak terus terjadi," kata Yuyun.

Menurut penelitian NYU, biaya paparan timbal di seluruh dunia adalah sekitar US$ 977 milyar dengan kerugian ekonomi setara dengan:

  • US$ 134,7 milyar di Afrika (4,03% dari produk domestik bruto/PDB di wilayah ini),

  • US$ 142,3 milyar di Amerika Latin dan Karibia (2,04% dari PDB di wilayah ini), dan

  • US$ 699,9 milyar di Asia (1,88% dari PDB di wilayah ini).

Untuk mempersiapkan peta interaktif, peneliti menilai dampak timbal terhadap perkembangan saraf, dinilai dalam bentuk pengurangan poin Intelligence Quotient (IQ) yang disebabkan oleh timbal dan bagaimana penurunan poin ini diterjemahkan ke dalam penurunan potensi penghasilan seumur hidup, dikaji sebagai kehilangan produktivitas ekonomi seumur hidup (Lifetime Economic Productivity/LEP) di masing-masing negara.

Informasi tambahan untuk negara-negara maju dan bantuan pembangunan resmi (Official Development Assistances/ODAs) dalam US dolar juga disajikan, bersama dengan tautan kepada laporan lengkap dan informasi tambahan.

BaliFokus adalah organisasi non-pemerintah yang bekerja untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, kualitas hidup dan mengadvokasi lingkungan yang bebas racun bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan secara berkelanjutan.

IPEN adalah jaringan organisasi non-pemerintah yang bekerja di lebih dari 100 negara untuk mengurangi dan menghilangkan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan dari bahan kimia beracun.

IPEN adalah anggota Advisory Group dari the Global Alliance to Eliminate Lead Paint (GAELP), yang berupaya menghapuskan timbal dalam cat pada tahun 2020.

-SELESAI-

Untuk informasi lebih jauh:

Yuyun Ismawati

yuyun@balifokus.asia

HP/WA +447583768707

+62-361-233520

Anda juga dapat mengunduh dokumen siaran pers ini disini

#PressRelease #Toxics #IPEN #LeadinPaint

0 views

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA