Search
  • Admin

Sepuluh Rumah Sakit di Kota Denpasar Sepakat Mengurangi dan Menghapuskan Peralatan Kesehatan yang Me


By: Luh Putu Kusuma Ririen (Balifokus)

Denpasar, Bali, 23 November 2012 - Limbah yang mengandung merkuri di rumah sakit atau dari peralatan medis perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat bahaya jangka pendek dan jangka panjang merkuri terhadap kesehatan dan lingkungan. Untuk mengurangi resiko dampak limbah yang mengandung merkuri dari fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Denpasar memperpanjang Nota Kesepakatan dengan 10 rumah sakit di Kota Denpasar melalui Program Sektor Kesehatan Bebas Merkuri dan Pengelolaan Limbah Medis secara Berkelanjutan.

Acara penandatanganan Nota Kesepakatan ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 23 November 2012 bersamaan dengan rangkaian pembukaan Festival Pulau Serangan. Penandatanganan secara simbolis dilakukan antara Pemkot Denpasar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, dan BALIFOKUS, dengan RS Sanglah, RS Wangaya, RSAD Udayana, RS Bhayangkara Trijata, RS Puri Raharja, RS Puri Bunda, RS Bali Royal, RS Indera, RS Surya Husadha, dan RS Balimed.

Penandatanganan ini merupakan kelanjutan program kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya pada tahun 2011 dan akan berlangsung hingga 3 tahun mendatang.

“Kota Denpasar merupakan pelopor untuk rumah sakit bebas merkuri di wilayahnya dan Green and Healthy Hospital secara umum. Sampai dengan saat ini, kami dalam proses melakukan replikasi program dan memperluas penerapannya di tingkat provinsi Bali serta wilayah lainnya di Indonesia, antara lain Provinsi-provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta,” kata Tri Wahyudi Purnomo, Direktur BALIFOKUS, mitra Health Care Without Harm (HCWH), yang memprakarsai program tersebut.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan prosesi penyerahan secara simbolis donasi alat ukur tekanan darah (sfigmomanometer) dan termometer bebas merkuri hibah dari mitra HCWH di Amerika Serikat, Practice Greenhealth (www.practicegreenhealth.org), oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar kepada Direktur RS Sanglah, selaku perwakilan dari rumah sakit yang berpartisipasi dalam program. Donasi ini juga tak lepas berkat dukungan ASPAKI (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia) yang diwakili oleh PT. ABN sebagai bentuk keterlibatan produsen dalam mendukung program Rumah Sakit yang Bebas Merkuri.

Tujuan dari program ini menghapus secara bertahap penggunaan alat kesehatan yang mengandung merkuri dengan alternatif alkes non-merkuri yang tersedia di pasar. Selain menyusun Rencana Aksi 3 tahun, kesepuluh rumah sakit percontohan juga didorong membangun tempat penampungan sementara limbah merkuri serta memperbaiki pengolahan limbah padat dan limbah medisnya tanpa insinerator.

“Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan juga harus menjaga kualitas lingkungan di dalam dan di luar kawasannya secara konsisten dengan dukungan semua pemangku kepentingan. Rumah sakit harus menjadi pionir pelindung kesehatan pasien, pekerja RS, pengunjung, dan masyarakat di sekitarnya,” jelas A. A. Bagus Sudharsana, Kepala BLH Kota Denpasar.

Sekitar 85% limbah padat rumah sakit adalah limbah domestik dan 15% merupakan limbah medis. Pelaksanaan pengelolaan limbah medis yang ramah lingkungan, tanpa membakar serta penanganan limbah bahan berbahaya beracun (B3) sebagai program selanjutnya, diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan percontohan peningkatan pengelolaan limbah padat non-insinerasi ini didukung juga oleh WHO dan Ditjen PPPL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan), Kementerian Kesehatan.

Health Care Without Harm adalah koalisi internasional dari rumah sakit, sistem pelayanan kesehatan, professional medis, kelompok masyarakat, kelompok penderita, serikat pekerja, organisasi lingkungan dan kelompok keagamaan.

Practice Greenhealth adalah organisasi non-profit yang berbasis keanggotaan yang didirikan dengan prinsip-prinsip yang mengedepankan kepemimpinan dan praktek-praktek terbaik yang dapat diterapkan di komunitas pelayanan kesehatan.

Kontak:

Tri Wahyudi Purnomo, tri@balifokus.asia, 087861839772

Krishna Zaki, krishna@balifokus.asia, 081230002825

#Article #Toxics #Mercury #Healthcare #MedicalWaste

57 views

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA