Phase out dental amalgam by 2020, demand NGOs

source :The Asian Age News http://dailyasianage.com/ A number of NGOs included BaliFokus have urged the governments of Asian countries to phase out mercury dental amalgam by 2020. They expressed concern about the harmful impact of amalgam to environment and public health. A joint deceleration by Asian center for Environmental Health made the call recently. They said, "People, especially the women and children of Asia have a basic human right to mercury-free dental care and a mercury-free environment- which is an integral part of the global action needed to implement the Minamata Convention of mercury." In a press statement, president of the World Alliance for Mercury Free Dentistry, Charle

Reducing Mercury Use in Dentistry

After 200 years of mercury use in the dentistry, the time has come to think about use of mercury in dental amalgam. The Minamata Convention on Mercury – the latest global environmental treaty - asks countries to stop harmful effects of mercury by reducing its use. Amalgam - a liquid mercury and metal alloy mixture - became the dental restorative material of choice because it was cheap, easy to use, and durable. On 30 May- 1 June 2016 the workshop, ‘Successful Strategies to PhaseDown Amalgam Use towards Mercury Free Dentistry’, held at UN Conference Centre in Bangkok to reduce and eliminate mercury use in the dentistry. The workshop is organized by the United Nations Environment Programme (UN

Survey Awal Pemahaman Kelompok Profesi Terhadap Dampak Penggunaan Dental Amalgam di Indonesia

Jakarta - Pemahaman tentang bahaya penggunaan amalgam sebagai tambal gigi di kalangan masyarakat masih rendah dan belum populer di Indonesia. Meski sebagian besar klinik gigi dan puskesmas di kota-kota besar sudah beralih ke material keramik/komposit, pemilihan material ini lebih disebabkan karena pertimbangan estetika bukan karena pemahaman akan bahaya dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Bahan tambal gigi amalgam terdiri dari 50% merkuri, sisanya terdiri logam-logam lain seperti perak, timah, dan tembaga. Setiap kapsul amalgam mengandung sedikitnya 6 mg merkuri dan 6 mg campuran logam lainnya. Tergantung dari kondisi gigi, tambalan dapat menggunakan beberapa kapsul atau hanya s

A Story of Health

Introduction our stories These stories are not meant to be an exhaustive accounting of every variation of a disease or every possible cause. Rather, we present current, authoritative scientific evidence to enable you to better understand environmental contributors and make more informed decisions and take action to help improve your health, and the health of your family, friends, community, and patients. A Story of Health A Family Reunion six stories You can download it here

A Preliminary Study on Health Effects in Villagers Exposed to Mercury in a Small-Scale Artisanal Gol

Villagers Exposed to Mercury in a Small-Scale Artisanal Gold Mining Area in Indonesia Stephan Bose-O’Reilly, Rudolf Schierl, Dennis Nowak, Uwe Siebert, Jossep Frederick William, Fradico Teorgi Owi, Yuyun Ismawati Ir Abstract Cisitu is a small-scale gold mining village in Indonesia. Mercury (Hg) is used to extract gold from ore, heavily polluting air, soil, fish and rice paddy fields with Hg. Rice in Cisitu is burdened with mercury. The main staple food of the inhabitants of Cisitu is this polluted rice. Villagers were concerned that the severe diseases they observed in the community might be related to their mining activities, including high mercury exposure. Case report of the medical exami

Bagaimana cara kerja insinerator dan apa saja bahaya tersembunyi dari insinerator?

Ikuti tour incinerator di sini. Apa itu insinerator? Apa itu pembangkit listrik tenaga sampah? Pertanyaan-pertanyaan ini mencuat dan banyak dipercakapkan sejak Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden No. 18 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Provinsi DKI, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya dan Kota Makassar bulan Maret yang lalu (lihat Perpres 18/2016 di sini). Di dalam Pasal 1 Perpres 18/2016 ini dinyatakan bahwa teknologi yang diarahkan untuk digunakan adalah insinerator, gasifikasi dan pyrolysis. Tujuan Perpres adalah untuk menyelesaikan 2 hal: solusi penanganan sampah dan pasokan sumber energi baru

Sekolah Lapangan Gita Pertiwi

Pada Kunjungan di Klaten 17 ~ 19 Mei 2016, saya sebagai utusan Yayasan BaliFokus, mendapatkan banyak tambahan pelajaran dan wawasan tentang pertanian yang ekologis dari teman-teman Gita Pertiwi dan petani dampingannya. Salah satu dari beberapa catatan dari kunjungan di Klaten ini adalah pada kunjungan saya di sawah Sekolah Lapangan Gita Pertiwi bersama seorang warga lokal, petani yang sudah sangat maju pengetahuan dan pengalamannya dalam memperlakukan pertanian sebagai bagian dari lingkungan yang alami. Beliau adalah Lili Hariyanto yang juga berperan sebagai Petani Konsultan Gita Pertiwi. Poin-poin yang saya serap sebagai intisari pengelolaan pertanian secara ekologis, adalah: ~ Perlakuan Al

Waste to Energy Asia Summit 2016 ~ Bali

Awal Juni 2016 ini, tanggal 1 (Rabu) dan 2 (Kamis) ada konfrens international yang diadakan di Ballroom A, Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Tanah Lot, Tabanan, Bali. Acara mulai pk. 8.30 dan berakhir pk. 17.00. Dilanjutkan pada tanggal 3 (Jumat) dengan kunjungan lapangan, yaitu meninjau lokasi demonstrasi Pembangkit Listrik berbasis Bambu, di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, di Panglipuran, Bangli, Bali. Acara ini bertema besar “Waste to Energy Asia Summit 2016”, terdiri dari dua sub tema, yaitu: “2nd Waste to Energy Asia Summit”, dan “2nd Biogas and Biomass Energy Summit”. Dalam rangkaian keseluruhan acara ini hadir sedikitnya 120 orang, dari 85 perusahaan, lembaga pemerintah, asosia

PRESS RELEASE: “Indonesian Civil Society Petition Demands a Judicial Review into Presidential Decree

For immediate release Press Release “Indonesian Civil Society Petition Demands a Judicial Review into Presidential Decree on Waste Incinerator Acceleration” Jakarta, 3 June 2016 – A number of environmental and waste­interest NGOs will file a petition for review to the Supreme Court, demanding Presidential Regulation No. 18 of 2016 regarding the Acceleration of Waste to Energy (WTE) Power Plants in DKI Jakarta Province, City of Tangerang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya and Makassar (“Incinerator Acceleration PR”) to be revoked. This petition for review will be filed by the Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), BaliFokus, Ecological

SIARAN PERS: “Masyarakat Sipil Indonesia Ajukan Uji Materiil Perpres Percepatan PLTSa”

Untuk dirilis segera Siaran Pers “Masyarakat Sipil Indonesia Ajukan Uji Materiil Perpres Percepatan PLTSa” Jakarta, 3 Juni 2016 – Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan lingkungan hidup akan mengajukan permohonan uji materiil terhadap Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah di Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya dan Kota Makassar (“Perpres Percepatan PLTSa”). Permohonan uji materiil ini akan diajukan ke Mahkamah Agung (MA) oleh Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), BaliFok

Search By Tags
Archives

© 2019 by Nexus3/BaliFokus Foundation

All Rights Reserved

​​Call us:

+62-361-233520

​Find us: 

Mandalawangi 5, Jln. Tukad Tegalwangi, Sesetan

Denpasar 80223 Bali - INDONESIA