POLLUTANT RELEASE & TRANSFER REGISTER

Aspek transparansi dalam pengelolaan lingkungan hidup harus dijunjung tinggi dalam pelaksanaannya. Bukan hanya terikat pada Undang-Undang No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tapi transparansi pengelolaan lingkungan hidup dan polusi akan mempercepat pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya pada target ke-12 tentang Produksi dan Konsumsi yang Berkelanjutan. Pelaksanaannya juga akan akan membantu pemerintah daerah dalam kontrol, pemantauan, dan perbaikan Indeks Lingkungan Hidup dan Kehutanan di masing-masing daerah.

 

PRTR bertujuan untuk memberikan dan membuka data polusi dan limbah kepada seluruh pihak secara gratis, yang dilaporkan dari aktivitas badan usaha kepada pemerintah secara transparan. Tersedianya informasi ini dapat membantu seluruh sektor dan elemen pemerintah dalam melakukan pemantauan (pusat dan daerah), pertukaran informasi antar industri, peningkatan kompetisi dalam sektor pengembangan teknologi pengolahan limbah dan emisi. Pelaporan ini juga akan membantu pengumpulan data secara harmonis yang dapat dibandingkan satu sama lain, bahkan lintas batas wilayah administrasi dan negara. 

 

Konsep ini secara global juga dikenal dengan Pollutants Release and Transfer Register (PRTR) atau Daftar Lepasan dan Perpindahan Polutan. PRTR sudah dilaksanakan dan dilakukan ujicoba pada berbagai negara di dunia:

  • Negara-negara Uni Eropa dan Jepang telah mengimplementasikannya sebagai PRTR

  • Australia mengimplementasikannya sebagai National Pollutant Inventory (NPI)

  • Kanada mengimplementasikannya sebagai National Pollutant Release Inventory (NPRI)

  • Chile dan Meksiko mengimplementasikannya sebagai Registro de Emisiones y Tranferancia de Contaminantes (RETC)

  • Amerika mengimplementasikannya sebagai Toxics Release Inventory (TRI), dan lain-lain

 

PRTR akan membuka emisi dan lepasan polutan dengan senyawa kimia yang dibuang ke lingkungan (air, udara, tanah, dan perpindahannya) yang dihasilkan dari proses aktivitas badan usaha yang dilaporkan ke pemerintah. Daftar inventarisasi emisi dan lepasan ini akan membutuhkan informasi senyawa-senyawa tertentu yang sudah ditentukan.


Dalam pelaksanaan program “Polusi Secara Transparan di Indonesia” ini, Nexus3 Foundation bekerjasama dengan Arnika Association dari Republik Ceko dengan dukungan dari Komisi Uni Eropa (Registrasi Dana Hibah No. PI/2020/421-177).